6 Fakta Belajar Multilingual pada Anak Usia Dini

6 Fakta Belajar Multilingual pada Anak Usia Dini

Anak-anak pembelajar multilingual adalah mereka yang belajar dua (atau lebih) bahasa pada waktu yang sama, serta mereka yang belajar bahasa kedua sambil terus mengembangkan bahasa pertama mereka.

Menurut penelitian, ada banyak manfaat perkembangan untuk mempelajari berbagai bahasa pada usia dini, seperti peningkatan keterampilan fungsi eksekutif — kemampuan untuk berpikir secara fleksibel, menunjukkan pengendalian diri, memusatkan perhatian, dan menghilangkan gangguan. Sementara penelitian lain menemukan bahwa anak-anak bilingual memiliki memori kerja yang lebih baik daripada anak-anak yang hanya berbicara satu bahasa. Memori kerja menyimpan, memproses, dan memperbarui informasi dalam waktu singkat dan sangat penting untuk pemecahan masalah dan fungsi eksekutif.

6 Fakta tentang Multilingual

  • Fakta 1

Bayi dilahirkan dengan kemampuan membedakan suara unik dari bahasa apa pun di dunia. Ini mulai berkurang sekitar usia 8 bulan, ketika otak mulai membuat koneksi yang diperlukan untuk mengenali dan mempelajari bahasa yang paling sering mereka gunakan, dan mereka kehilangan kemampuan untuk merasakan suara yang belum pernah mereka dengar.

  • Fakta 2

Pemaparan ke lebih dari satu bahasa di tahun-tahun awal tidak menyebabkan kebingungan bagi anak-anak kecil dan bahkan mencapai tonggak bahasa dalam jangka waktu yang sama dengan anak-anak yang hanya belajar satu bahasa. Namun, pembelajar multilingual biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan kemahiran dalam kedua bahasa karena keduanya membangun dan menggunakan dua sistem bahasa yang terpisah.

  • Fakta 3

Meskipun pembelajar multilingual dapat mengembangkan kosakata yang lebih kecil di setiap bahasa, jika kosakata anak-anak dalam kedua bahasa digabungkan, jumlah total kata yang diketahui biasanya sebanding dengan rekan satu bahasa mereka.

  • Fakta 4

Anak-anak yang belajar bahasa kedua atau dua bahasa secara bersamaan akan sering “beralih kode” atau menggunakan kedua bahasa dalam kalimat yang sama. Ini bukanlah bukti adanya masalah dalam proses pembelajaran bahasa. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa anak-anak memahami aturan gramatikal dari kedua bahasa tersebut. Anak-anak biasanya menggunakan strategi ini untuk memperjelas maknanya dengan tata bahasa yang benar. Lagi pula, jika seorang pembelajar multilingual tidak mengetahui kata yang relevan dalam bahasa yang dia gunakan, hal logis yang harus dilakukan adalah mengganti kata dalam bahasa lain untuk mengomunikasikan makna yang ingin dia sampaikan.

  • Fakta 5

Yang paling penting saat membesarkan pembelajar multilingual adalah bahwa anak-anak memiliki keterpaparan yang kira-kira sama terhadap masukan berkualitas tinggi dalam setiap bahasa, setiap hari — berbicara dan mendengarkan. Dalam banyak kasus, satu bahasa menjadi dominan dalam kehidupan seorang anak. Misalnya, jika seorang anak belajar bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris, bahasa Inggris mungkin menjadi bahasa dominan anak jika itu yang dia dengar sepanjang hari di sekolah dan di penitipan anak. Ini juga mengapa sangat penting bagi orang tua untuk menggunakan bahasa rumah sebanyak mungkin di sekitar anak-anak mereka, jika tujuan mereka adalah untuk menjadi bilingual.

  • Fakta 6

Studi menunjukkan hubungan yang jelas antara usia paparan bahasa dan keberhasilan anak dalam belajar dalam bahasa itu . Orang-orang yang mempelajari bahasa kedua pada masa bayi atau anak usia dini lebih berhasil dalam mempelajari bahasa tersebut.

Sumber: Zerotothree.org

Foto: Freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *