Anda Wajib Tahu! Berikut Fakta-Fakta tentang Vaksinasi

Anda Wajib Tahu! Berikut Fakta-Fakta tentang Vaksinasi

Salah satu upaya medis yang saat ini dilakukan oleh negara-negara di dunia dunia adalah vaksinasi. Wabah atau pandemi Covid-19 yang belum kelihatan ujungnya akan berakhir membuat banyak negara-negara berlomba-lomba melakukan penyuntikan vaksinasi kepada warganya untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok). Berbagai kontroversi pun muncul seiring kemunculan vaksin Covid-19. Ada yang pro, ada yang kontra, ada yang mengalami kebingungan akibat banyaknya informasi keliru yang berseliweran di media, utamanya media sosial.

Namun demikian sejarah mencatat, meski kehadirannya beberapa kali menuai kontroversi, vaksinasi telah terbukti berhasil menurunkan angka kesakitan dan kematian, bahkan membasmi penyakit menular di dunia. Satgas Imunisasi PP IDAI dalam buku Panduan Imunisasi Anak, Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati menuliskan fakta-fakta mengenai vaksin yang perlu Anda ketahui, agar tidak gagal paham. Berikut ini penjelasannya:

  • Vaksinasi telah dilakukan sejak 3 abad lalu. Tepatnya abad ke 17. Bukti nyata keampuhan vaksinasi dalam mencegah penyakit atau membentuk kekebalan akan satu jenis penyakit adalah dengan menghilangnya penyakit cacar bopeng (varila=smallpox) sejak tahun 1976.
  • Berdasarkan penelitian yang sangat lama dan berhati-hati dan melalui berbagai uji. Sebelum uji klinis, vaksin terlebih dulu diuji pada binatang, atau sering disebut uji tikus. Uji klinis pun dilakukan melalui beberapa tahap sampai vaksin benar-benar dinyatakan aman.
  • Proses pembuatan vaksin semakin maju, dengan teknologi yang selalu diperbarui.
  • Tingkat keamanan vaksinasi selalu diuji. Semua vaksin yang beredar di negara kita telah mendapat izin edar dan tingkat keamanannya senantiasa dipantau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan RI, dan Komnas PP KIPI. Jadi tidak perlu cemas.
  • Teruji secara klinis. Untuk membuktikan keamanan vaksin dilakukan penelitian sebanyak 5 tahap. Pertama, uji klinis vaksin pada binatang. Kedua, uji klinis fase satu (setelah binatang diuji kepada manusia). Ketiga, uji klinis fase kedua (diuji pada kelompok yan rentan penyakit). Keempat, uji klinis fase tiga (diberikan kepada bayi dalam jumlah terbatas). Dan kelima, uji klinis fase empat (pemantau terus menerus setelah vaksin sampai pada masyarakat).
  • Vaksin harus didaftarkan. Di Indonesia didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan RI.
  • Vaksin selalu dijaga mutunya. Tujuannya agar kadar kekebalan tetap tinggi dalam jangka panjang serta mengurangi efek samping.
  • Aturan pengemasan vaksin. Vaksin dikemas dalam satu dosis (satuan) atau multidosis (satu botol untuk 5-10 suntikan).
  • Aturan penyimpanan vaksin. Vaksin disimpan di lemari khusus vaksin.
  • Aturan pengangkutan vaksin. Vaksin dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ketahanannya terhadap suhu lingkungan. Kelompok pertama adalah vaksin yang tahan terhadap suhu panas (hepatitis B, DTP, Hib). Vaksin kedua, vaksin yang tidak tahan terhadap suhu panas (BCG, polio, campak).
  • Cara tepat pemberian vaksin. Ada yang diberikan dengan cara disuntikan, ada pula yang cukup diteteskan.
  • Manfaat vaksinasi bagi lingkungan. Kuman dan virus yang berkembang biak tidak hanya memunculkan masalah bagianak dan keluarga anak, tapi juga penyebarannya ke lingkungan.
  • Vaksinasi mencegah meluasnya penyebaran penyakit. Kuman dan virus dapat menyebar dengan cepat. Penyakit infeksi yang bisa mengakibatkan penderitaan dan kematian antara lain campak, Haemophilus influenza type B (Hib), pertusis, dan tetanus neonatal. Dan hanya vaksin yang bisa mencegah penyebarannya.
  • Vaksin semakin ampuh. Berkat kemajuan teknologi, vaksin lebih cepat ditemukan dan semakin akurat memberantas virus.
  • Apakah vaksin tidak bermanfaat? Sebaliknya, vaksinasi sangat bermanfaat, yakni untuk menghambat penyebaran virus yang berbahaya.
  • Delapan bukti keberhasilan vaksin. Yakni cacar bopeng, DTP (difteri, tetanus, pertusis), campak, polio, mumps, rubella, meningitis, dan berbagai penyakit lainnya.

 

Sumber: Ayahbunda.co.id

Foto: Freepik

Untuk informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id
Video Kegiatan Siswa : Youtube Stella Maris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *