APA DAMPAK NEGATIF SERING MEMBENTAK ANAK?

APA DAMPAK NEGATIF SERING MEMBENTAK ANAK?

Bagi para orang tua memang momen di mana kita merasa anak kita menjadi bandel dan sulit diatur akan selalu ada. Dan pada umumnya karena hal tersebut orang tua menjadi kesal dan secara tidak sadar membentak agar anak kita menurut dan tidak bandel. Padahal, merujuk berbagai pendapat pakar tumbuh kembang anak, membentak anak sebenarnya masuk dalam kategori pelecehan verbal yang paling umum dan juga paling sering diabaikan pada anak-anak. Sering kali, orang tua yang membentak anaknya berdalih membentak sebagai bentuk “disiplin” atau “cinta yang kuat”.

Namun yang perlu dipahami oleh semua orang tua, keseringan membentak dalam jangka panjang ternyata bisa berdampak negatif, yang dapat “menghancurkan” anak kita, baik fisik maupun psikis.

Berikut ini beberapa dampak yang bisa timbul agar para orang tua bisa segera mengevaluasi diri;

  1. Masalah kesehatan

Anak yang mengalami pelecehan verbal (paling sering dibentak) bisa berakibat depresi. Depresi ini akan menyebabkan anak kita memuaskan kesenangannya dengan cenderung menikmati makan berlebihan atau berhenti makan sama sekali. Ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tulang, otot dan bahkan organ vital pun bisa terganggu. Sehingga, anak kita bisa jadi semakin lemah seiring waktu.

  1. Kepercayaan diri rendah

Kualitas kepercayaan diri dan keyakinan sangat penting untuk kehidupan profesional yang sukses dan kehidupan pribadi yang memuaskan. Terutama ketika anak nanti tumbuh dewasa. Ketiadaan rasa percaya diri ini dapat menyebabkan frustrasi dan depresi.

  1. Harapan hidup rendah

Anak yang mengalami pelecehan verbal terus-menerus ada kemungkinan akan gagal mengembangkan pandangan positif. Dan ketika ini terjadi akan menyebabkan masalah di tahap kehidupan selanjutnya.

  1. Menjadi kecanduan

Dorongan untuk mencapai tujuan sering menjauhkan seseorang dari alkohol atau obat-obatan.

Jika anak menjadi depresi, ia akan mencari zat adiktif untuk menjauhkan diri dari kenyataan.

  1. Cenderung antisosial

Efek samping terburuk adalah anak yang mengalami pelecehan verbal sering tumbuh menjadi orang dewasa yang labil. Bahkan ketika mereka nanti menjadi orang tua. Beberapa studi telah membentuk hubungan antara pelecehan verbal dan catatan kriminal seseorang.

Sumber: nakita.id

Foto: pixabay.com

 

1 Komentar

  • setuju…kebiasaan membentak membuat anak takut dan depresi… perlu dikembangkan mendidik yang persuasif…pemilihan kata yang rama pikiran

    kamil inglan Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *