Apa itu Montessori? Pengertian dan Implementasinya di Setiap Umur Anak

Apa itu Montessori? Pengertian dan Implementasinya di Setiap Umur Anak

Montessori adalah salah satu metode pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Namun, ternyata belum banyak orang yang mengenal apa itu Montessori, dan apakah Montessori itu baik untuk perkembangan anak Anda?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, artikel ini akan membahas mulai dari apa itu Montessori, apa saja yang dipelajari, hingga rentang pendidikan yang ada dari sistem pendidikan Montessori.

Metode pendidikan Montessori dikembangkan oleh Maria Montessori, dokter wanita pertama di Italia. Pada awal abad ke-20 dengan menggunakan ilmunya ia mengamati anak-anak, menemukan problem yang mereka hadapi di sekolah.

Dengan sangat hati-hati ia membuat sebuah sistem sekolah yang dirancang untuk mengikuti sifat anak, daripada melawannya.

Misalnya, jika anak-anak suka bergerak, mengapa tidak merancang sekolah yang memungkinkan mereka bergerak bebas, daripada terus-menerus berjuang untuk mempertahankan mereka di kursi?

Maka Montessori hadir, mendobrak kebiasaan ruang kelas konvesional dengan menyatakan bahwa gerakan-gerakan anak-anak itu justru penting untuk mereka belajar. 

Anak-anak secara alami banyak bergerak karena rasa keingintahuan mereka yang tinggi terhadap dunia yang baru mereka tinggal ini.

Bukankah keingintahuan itu adalah modal terpenting untuk belajar? Keingintahuan adalah unsur utama dalam pembelajaran yang memunculkan hasrat untuk meningkatkan kecerdasan.

Kita ketahui bahwa beberapa penemuan terbesar dalam sejarah manusia dimulai dengan rasa ingin tahu yang sederhana.

Seperti Wright bersaudara penemu pesawat terbang, yang secara sederhana penasaran bagaimana rasanya terbang seperti burung yang mereka lihat. Imajinasi-imajinasi seperti ini lah yang ingin dipicu oleh pendidikan Montessori.

Sekarang mari kita perhatikan bagaimana lingkungan belajar dan prinsip dasar yang ditawarkan pendidikan Montessori untuk anak-anak Anda:

Pembelajaran berdasarkan pengalaman

Anak-anak di sekolah Montessori belajar dengan materi yang dirancang khusus agar belajar lebih menyenangkan. Daripada menghafal rumus-rumus matematika, mereka akan belajar menghitung menggunakan benda-benda kecil dan seperangkat huruf kayu yang dikenal sebagai alfabet bergerak.

Maria Montessori mengamati bahwa anak-anak perlu bergerak dan belajar melalui pengalaman, bukan duduk dan mendengarkan seorang guru berceramah.

Ruang kelas usia campuran

Ruang kelas Montessori mencakup usia campuran dan tingkat keterampilan campuran, umumnya dibagi menjadi kelompok tiga tahun (misalnya usia 3-6 tahun, usia 6-9 tahun). Pembelajaran sebaya didorong agar anak-anak kecil belajar dengan mengamati teman-teman mereka yang lebih tua.

Anak-anak yang lebih besar ini akan memberi pengetahuan kepada yang kecil. Yang tua akan mendapatkan pengalaman kepemimpinan, dengan mengayomi anak-anak yang lebih muda.

Kemandirian bagi Setiap Siswa adalah yang Utama

Pendidikan Montessori menggunakan pendekatan individual di mana siswa belajar dengan cara mereka sendiri, anak memiliki rencana belajar mereka sendiri.

Mereka akan memilih kegiatan mana yang lebih mereka sukai. Guru hanya bersifat mengarahkan dan menjadi sumber bertanya jika mereka mengalami stuck. 

Pelajaran yang Menarik

Di Montessori anak akan diajak untuk mengerjakan pelajaran seperti matematika di pagi hari. Kemudian di siang harinya mereka belajar melakukan kegiatan yang dekat dengan kehidupan.

Seperti cara mengikat sepatu, cara yang baik bergaul dengan teman, cara makan dengan sopan, dan kegiatan harian lainnya yang tentunya diajarkan dengan cara menyenangkan dan atraktif.

Untuk anak-anak yang lebih besar, mereka belajar hal-hal seperti mentaati peraturan atau mengembangkan ide bisnis kecil.

Montessori percaya bahwa anak-anak akan sangat baik jika belajar melalui indera mereka. Maka materi pembelajaran dirancang khusus untuk memicu semua indera mereka, dari indera penciuman, pendengaran, perasa, dan lan-lain. 

Peran guru

Seorang guru di Montessori berperan seperti pemandu ketimbang penguasa kelas. Guru hanya bersifat mengarahkan dan menjadi sumber bertanya jika mereka mengalami stuck. Para guru akan selalu berupaya untuk menjadi seperti teman bermain mereka yang mengasikkan. Teman bermain yang tahu banyak hal dan siap membantu mereka saat mengalami kesulitan dalam memecahkan sesuatu.

Rentang Belajar di Montessori

Metode pendidikan Montessori mendukung pembelajaran anak-anak sejak lahir hingga sekolah menengah atas. Mereka biasa membaginya menjadi kelas Toddler, Primary, Elementary, dan Adolescence.

  • Toddler

Toddler ditujukan untuk anak baru lahir hingga tiga tahun. Montessori menyediakan lingkungan yang aman, menarik, dan ideal untuk mengasuh anak. Kelas Toddler pada Montessori diarahkan untuk melatih dan mengembangkan kepercayaan pada diri si kecil.

Program Montessori Toddler juga bertujuan untuk memicu motorik kasar, keterampilan motorik halus, keterampilan berbahasa, hingga mengajarkan kemandirian dalam tugas sehari-hari.

  • Primary

Rentang belajar di Montessori yang kedua adalah Primary, kelas untuk anak usia tiga hingga enam tahun. Di kelas Primary, anak akan diajarkan mengenai penguasaan diri. Dengan begitu, mereka akan memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial yang sesuai dengan nilai dan norma masyarakat Indonesia.

Materi kelas Primary juga berisi berbagai macam bahan materi yang menyempurnakan unsur sensorik anak, serta memulai pengembangan pemahaman literasi dan matematika. Selain itu, kelas Primary menawarkan peluang anak untuk lebih melakukan eksplorasi yang imajinatif. 

  • Elementary

Kelas Elementary ditujukan untuk anak-anak berusia enam hingga dua belas tahun, namun dibagi lagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu: Sekolah Dasar Bawah untuk usia enam hingga Sembilan, dan Sekolah Dasar Atas untuk usia sembilan hingga dua belas tahun.

Guru pada kelas ini akan mendorong eksplorasi intelektual kolaboratif. Di mana minat dan bakat mereka akan didukung dan dibimbing.

Anak-anak juga akan dilatih supaya percaya diri, berimajinasi, serta memiliki kemandirian intelektual. Goal terakhir pada tahapan ini adalah menumbuhkan pemahaman tentang peran anak dalam sebuah komunitas kehidupan mereka.

  • Adolescene

Adolescence atau juga yang biasa disebut Erdkinder adalah metode pendidikan Montessori untuk remaja berusia dua belas hingga lima belas tahun.

Idealnya, kelas ini akan bekerjasama dengan sebuah peternakan, di mana siswa akan terlibat dalam semua aspek administrasi pertanian dan pengelolaannya. Selain itu anak akan diajak berpikir dalam simulasi tertentu hingga pengaturan tata kota.

Materi tersebut diberikan untuk membantu siswa dalam memahami diri mereka sendiri dalam kerangka referensi yang lebih luas (menjadi masyarakat yang kontributif). 

Bagaimana? Setelah mengetahui bagaimana sekolah Montessori dan sistemnya, apakah Anda tertarik untuk menyekolahkan anak Anda dengan metode pendidikan yang luar biasa ini? Cobalah untuk mendatangi salah satu sekolah Montessori di kota Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih dalam.

Referensi : What is Montessori Education?

________________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *