Bagaimana Mengoptimalkan Potensi Anak Berdasarkan 4 Tipe Kepribadian?

Bagaimana Mengoptimalkan Potensi Anak Berdasarkan 4 Tipe Kepribadian?

Pada dasarnya setiap anak terlahir istimewa. Seorang anak boleh jadi memiliki sifat pemalu sementara anak yang lain lebih terbuka dan berani. Kondisi tersebut tentu saja merupakan hal yang wajar. Yang terpenting bagi orang tua adalah dengan adanya perbedaan tersebut, apakah cara mendidik anak akan berbeda juga? Jika iya, bagaimana caranya?

Orang tua harus mengenali dan memahami hal tersebut sejak anak usia dini agar potensi anak di masa depan akan berkembang optimal. Yuk, kita kenali dan pahami beberapa tipe kepribadian serta apa yang harus dilakukan oleh orang tua:

  • Tipe Tenang

Anak dengan tipe ini memiliki kecenderungan perilaku yang tenang, mau mengikuti arahan, dan selalu terlihat ceria. Namun di balik sifat tersebut bukan berarti tidak ada masalah, justru terkadang orang tua mengalami kesulitan untuk menarik perhatiannya dan membuat mereka lebih aktif. Anak tipe seperti ini butuh banyak cinta dan waktu untuk tumbuh.

Mengutamakan perilaku positif saat bersamanya adalah pilihan tepat bagi para orang tua. Ketika suatu kali orang tua memberikan perintah dan anak mau melakukan perintah tersebut, jangan lupa memberikan pujian padanya.  Menawarkan bantuan jika melihatnya kebingungan juga merupakan salah satu cara menangani anak dengan tipe ini. Dengan demikian anak akan tahu bahwa ia bisa meminta bantuan orang tuanya. Hindari membuat ekspektasi berlebihan karena seorang anak tidak selamanya “baik-baik saja”. Sesekali ngambek atau tantrum karena alasan yang jelas harus bisa dimaklumi. Cara yang lain adalah bergabung dalam permainan anak. Membiarkan anak yang pendiam dan tenang bermain sendirian justru menghambat proses belajar interaktif. Pastikan Anda memberikan banyak pilihan saat bercakap-cakap dengannya, mulai dari permainan hingga makanan yang dinginkannya saat makan siang atau makan malam.

 

  • Tipe Penyendiri

Anak dengan tipe kepribadian ini lebih suka berada di belakang kerumunan. Dia memilih menjadi pengamat daripada berpartisipasi aktif. Ada kecenderungan sulit berhadapan dengan situasi baru sehingga butuh waktu untuk ‘panas’ saat bersosialisasi.

Bagi para orang tua yang memiliki anak tipe seperti ini, pada saat bertemu orang baru genggam tangannya dan bicara dengan nada suara yang menenangkan agar ia mau berkenalan. Dan ketika sudah kenal biasanya mereka tidak mau langsung sok akrab. Ia lebih mudah menerima orang yang mengajak bermain atau memberi makanan. Selain itu, jika ia memilih tidak ingin berkumpul dengan teman-temannya, orang tua harus menghargai. Hindari memaksanya bermain bersama karena tidak semua anak ingin jadi populer. Bukan hal aneh, kok, bila ia hanya senang bermain dengan beberapa anak saja dan tidak bisa bergaul dengan teman lain di kelas, misalnya. Lebih baik temani anak mengamati sekelilingnya. Siapkan anak ketika akan bepergian ke tempat-tempat baru. Beri gambaran apa yang menantinya di tempat tersebut, apa yang bakal disukainya, siapa yang akan ditemuinya nanti, dsb.

 

  • Tipe Penjelajah

Anak dengan tipe kepribadian ini menyukai kegiatan seperti berkeliling di taman bermain dan mengamati setiap detil yang menarik perhatiannya. Pada umumnya mereka percaya diri dan bisa menjadi pemimpin yang baik serta tidak mengenal rasa takut. Oleh karena itu mereka terkadang terjebak dalam situasi yang berbahaya tanpa mereka sadari.

Menangani anak seperti itu, orang tua harus memberikan dukungan dengan cara misalnya menyediakan waktu lebih banyak menemani mereka bermain di playground sebagai hadiah saat bersikap baik dan bertanggung jawab. Selain itu sebaiknya dihindari rutinitas yang monoton dan tidak produktif karena mereka lebih menyukai belajar melalui gerakan. Duduk tenang sambil menonton TV boleh jadi akan sangat membosankan buatnya.

 

  • Tipe Bersemangat

Anak dengan tipe kepribadian ini pada umumnya periang, enerjik, dan siap menghibur semua orang. Yang perlu diperhatikan dari anak tipe ini adalah mengantisipasi ledakan emosinya, memberikan contoh bagaimana bersikap tenang, dan menyediakan waktu agar ia bisa mengekspresikan perasaannya secara sehat karena memang membutuhkan hal tersebut. Ia akan bersemangat melakukan berbagai hal, menyukai apa yang sedang dikerjakannya, serta kreatif mencari hal-hal baru untuk dikerjakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *