Cara Mengajari Anak Membaca yang Seharusnya Dilakukan Orang Tua

Cara Mengajari Anak Membaca yang Seharusnya Dilakukan Orang Tua

Apakah Anda tahu cara mengajari anak membaca yang baik? Jika sudah cukup usia, maka orang tua harus mengajarkan kepada anak bagaimana cara membaca. Ini bukan hanya tugas guru sekolah, melainkan juga orang tua.

Anda tidak perlu khawatir jika Anda merasa tidak kompeten dalam hal ini. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda bukan orang yang memiliki background pendidikan.
Itu bukan menjadi persoalan. Karena pada dasarnya setiap orang tua bisa dan harus tahu bagaimana cara mengajari anak belajar membaca.

Yang terpenting, Anda sudah siap. Menurut pakar perkembangan anak, belajar menulis dan membaca bisa dimulai ketika anak berusia 7 tahun. Hal ini disebabkan pada usia tersebut otak kanan anak sudah berkembang signifikan.

Hal Penting Sebelum Mengajari Anak Membaca

Sebelum mulai menerapkan bagaimana cara mengajari anak membaca, ada hal penting yang harus Anda pahami.

Kenalkan Huruf

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenalkan huruf pada anak. Hal ini disebabkan anak akan kesulitan untuk belajar membaca jika ia tidak mengenal huruf. Bahkan, anak cenderung ogah-ogohan belajar membaca ketika ia belum berkenalan dengan berbagai huruf.

Anda harus tahu bahwanya mengenalkan huruf itu tidak berarti anak tahu bagaimana menulis huruf. Yang terpenting, anak bisa membedakan huruf dan bagaimana cara mengucapkannya.

Oleh sebab itu, mengenalkan huruf boleh dilakukan ketika anak masih berusia sekitar sampai 5 tahun. Tidak perlu menunggu anak berusia 7 tahun. Akan lebih baik jika di usia sebelum 5 tahun, anak sudah mengenai berbagai huruf dan bagaimana cara melafalkannya.

Dengan demikian, ketika usianya menginjak 7 tahun, anak sudah lebih mudah untuk diajari bagaimana cara membaca.

Ajarkan Anak Cinta Buku

Memang anak kecil belum bisa membaca. Apalagi membaca buku. Akan tetapi, ini sebagai stimulus yang tepat agar anak mengenal apa itu buku. Dan diharapkan anak cinta buku dan cinta membaca.

Ajaklah anak ke perpustakaan. Sesekali, Anda juga bisa ajak anak membeli buku di toko buku. Dengan demikian, anak akan mengenal buku dan diharapkan anak mulai tertarik untuk belajar membaca.

Jika Anda merasa anak sudah siap untuk belajar membaca, Anda bisa mulai menerapkan metode mengajari anak membaca sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Metode Mengajar Membaca kepada Anak

Untuk anak usia 7 tahun, anak tidak boleh dipaksa untuk mau belajar atau bisa membaca. Karena paksaan justru membuat anak kesulitan dalam belajar. Anak harus diajari bagaimana cara membaca tanpa terlihat adanya pemaksaaan.

Anak harus merasa bahwa dirinya sedang bermain ketika Anda menerapkan cara mengajari anak membaca. Untuk itu, Anda bisa terapkan metode mengajar belajar anak berikut ini:

Mengajarkan Membaca Suku Kata

Anak Anda sudah bisa menghafal huruf-huruf? Ketika Anda mulai mengenalkan huruf, anak akan menghafalkan huruf dan juga tahu cara melafalkannya. Anda tidak perlu khawatir jika masih sering terjadi kesalahan pengucapan. Atau anak masih kurang fasih dalam melafalkan huruf.

Lanjutkan saja ke langkah berikutnya, yaitu mengajarkan bagaimana cara membaca suku kata. Ajarkan bagaimana cara mengucapkan satu huruf yang diikuti dengan huruf vokal (A, I, U, E, O), Misalnya saja huruf B, menjadi BA, BI, BU, BE, BO. Teruskan ke huruf lainnya hingga akhir.

Setidaknya ada dua kelebihan jika Anda menerapkan tips mengajari anak membaca yang satu ini. Yang pertama, anak akan mampu melafalkan huruf dengan lebih sempurna. Yang kedua, anak akan tahu bagaimana perbedaan suara huruf ketika bertemu dengan huruf vokal yang berbeda.

Mengajarkan Membaca Suku Kata Berbeda

Jika kemampuan membaca anak sudah sangat bagus, Anda bisa teruskan menerapkan metode yang satu ini, yaitu mengajari anak belajar suku kata berbeda.

Caranya sangat mudah. Anda bisa memilih kosakata yang sering digunakan oleh sang anak. Misalnya saja “buku”. Ajarkan kepada anak bagaimana cara membaca kata “buku” tersebut. Biarkan anak mengerti bahwa “buku” itu tulisannya adalah bu-ku.

Sebaiknya, pilih kosakata yang suka katanya beda namun dengan menggunakan huruf vokal yang sama. Misalnya saja kosakata “buku”. Baru kemudian Anda bisa coba variasikan dengan mengajarkan membaca suku kata berbeda dengan vokal yang berbeda, seperti “buka”, “bola”, “baju”, “meja”, dan lain sebagainya.

Mengajarkan Membaca Huruf Mati

Anak Anda sudah menguasai huruf vokal? Selanjutnya adalah mengajari anak bagaimana membaca huruf mati. Ini merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya, anak harus benar-benar tahu kapan huruf mati.

Caranya seperti sebelumnya. Pilih kosakata yang biasanya digunakan oleh anak yang ada huruf matinya. Contohnya “putih”, “tidur”, dan lain sebagainya. Awalnya, pilih kosakata yang huruf matinya berada di bagian belakang. Ini cenderung lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari oleh anak.

Kemudian, Anda bisa melanjutkan memilih kosakata yang ada huruf matinya di tengah. Misalnya “dokter”, “kursi”, “lampu”, dan lain-lain. Jika anak sudah mulai mahir, Anda bisa mengajarkan huruf mati yang sedikit lebih rumit, yaitu “ng” seperti pada kata “pulang” dan “bangun” dan juga “ny” seperti pada kata “nyanyi” dan “kenyang”.

Mengajarkan Membaca Kata Utuh

Jika anak sudah tidak lagi kesulitan mengucapkan suku kata, Anda bisa melanjutkan mengajarkan membaca kata yang utuh. Akan lebih baik juga jika Anda pilihkan kata yang lebih kompleks dan panjang, seperti “menanam”, “sekolah”, dan “menangis”. Kata yang lebih dari dua suku kata ini jauh lebih sulit untuk anak pelajari.

Jadi, sudah siap untuk mengajarkan anak membaca?

Tips Agar Anak Semangat Belajar Membaca

Yang menjadi tantangan adalah sebenarnya adalah motivasi. Terkadang, anak merasa berat dan tidak sabar ketika Anda mengajari membaca. Dan ini menjadi masalah yang sering dihadapi oleh para orang tua.

Untuk itu, selain menguasai cara mengajari anak membaca, Anda juga perlu tahu bagaimana meningkatkan semangat anak belajar membaca. Karena jika ada semangat, sangat mudah bagi anak untuk cepat belajar membaca.

Berikut ini tips yang bisa Anda terapkan dalam membuat anak lebih semangat belajar.

Belikan Buku Cerita Bergambar

Anda bisa belikan buku cerita berwarna dan bergambar. Buku dengan warna-warni dan gambar lebih menarik bagi anak-anak.

Jika selama ini Anda sering membelikan mainan, sebaiknya alihkan dana tersebut untuk membeli buku. Ini penting agar anak tidak lagi terlalu banyak bermain tapi mulai meluangkan waktu membaca.

Apalagi anak sudah duduk di bangku SD. Mainan harus dikurang. Koleksi buku harus ditambah.

Bacakan Buku Cerita Anak-Anak

Jika Anda ingin anak termotivasi untuk bisa membaca, biasakan membacakan buku. Anak cenderung iri ketika orang lain bisa membaca. Sehingga ia akan lebih tertarik untuk segera bisa membaca.
Bacakan buku cerita sebelum tidur.

Selain sebagai motivasi agar anak lebih suka baca buku, ini juga cara yang bagus untuk mengembangkan otak anak.

Belajar Membaca Sambil Jalan-Jalan

Belajar membaca tidak hanya melalui buku. Anda bisa ajarkan membaca tulisan baliho ketika jalan-jalan. Jadi, anak tidak merasa bahwa dirinya sedang belajar. Sambil jalan-jalan, kemampuan membaca anak pun terus terasah.

Jadi, kapan Anda mulai menerapkan cara mengajari anak membaca?

Referensi : A Study of 75,000 Kids Says This Is the Best Way to Learn to Read (So Why Don’t Most Schools Use It?)

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *