5 Ciri-ciri Anak Terkena Bullying

5 Ciri-ciri Anak Terkena Bullying

Tindakan perundungan atau bullying terhadap anak di sekolah menjadi masalah serius yang harus ditangani dengan baik. Sebab, jika tidak hal tersebut akan membuat anak merasa tertekan hingga depresi dan mereka enggan melakukan hal sehari-hari karena trauma.

Data dari UNICEF, pada tahun 2015 lalu menyebutkan bahwa 40% anak di Indonesia pernah mengalami perundungan. Terutama di sekolah yang seharusnya menjadi tempat berlindung mereka.

Hal ini tentu semakin miris karena hal tersebut tidak diketahui guru bahkan orang tua. Maka dari itulah diperlukan peran aktif khususnya para guru dan orang tua.

Parenting tidak hanya dengan menyuruh anak Anda belajar di sekolah, tapi juga termasuk mendampingi anak Anda secara emosional.

Bullying adalah kasus yang berat. Bagaimana Anda mendampingi anak yang sedang menghadapi bullying? Bagaimana Anda bisa mendukung jika bahkan Anda tidak menyadari bahwa anak Anda mengalami bullying?

Oleh sebab itu, yang bisa dilakukan sebagai langkah awal adalah mengetahui ciri-ciri anak terkena bullying. Seperti apakah? Simak ulasannya di bawah ini.

Kerap Mengalami Sakit Kepala dan Sakit Perut

Merasa sakit kepala dan sakit perut biasanya menjadi ciri-ciri anak terkena bullying yang paling nampak. Hal ini dikarenakan ketika anak menumpuk rasa stres, kecemasan, dan trauma akan menjalar pada kesehatan tubuh.

Atau di sisi lain, anak kerap menggunakan dua alasan sakit tersebut untuk menghindari interaksi sosial maupun sekolah guna menghindari bullying.

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya perlu menanyakannya mengapa akhir-akhir ini mengalami sakit. Lakukanlah dengan cara perlahan dan penuh kasih sayang agar anak lebih merasa tenang dan tidak tertekan.

Atau Anda bisa menghiburnya dengan mengajaknya bercerita hal menarik atau mengajaknya untuk berjalan-jalan sejenak melepaskan penatnya.

Masalah Tidur

Saat anak Anda merasa kesulitan untuk tidur dan memiliki masalah terhadap tidur mereka, Anda patut merasa curiga. Gangguan tidur pada anak terkadang disebabkan banyak faktor.

Namun, salah satu faktor yang terkadang mendominasinya adalah dirinya merasa cemas. Kecemasan tersebut bisa dipicu karena dirinya memikirkan sesuatu mengenai intimidasi atau bullying yang diterima.

Akibat dari hal tersebut, anak cenderung terlihat keletihan dan kelelahan keesokan harinya. Kemudian, anak akan kehilangan fokus untuk melakukan hal sehari-hari. Terlebih lagi fokus dalam menghadapi pelajaran di sekolah.

Belum lagi jika masalah kecemasan dan kurang tidur tersebut tidak segera ditangani dengan baik, maka anak akan menjadi depresi.

Sering Menangis dan Emosional

Ketika Anda menanyakan mengenai sekolah atau kegiatan yang anak lakukan dan respon mereka sangat emosional, bisa jadi hal tersebut merupakan ciri-ciri anak terkena bullying.

Anak biasanya menunjukkan rasa emosional yang tinggi dengan berbagai cara. Namun, yang paling sering adalah mereka menunjukkannya dengan cara menangis.

Tidak hanya itu saja, anak terkadang juga merasa malas untuk mengerjakan tugas sekolah mereka. Contoh sederhananya adalah mereka malas dan tidak merasa antusias saat pergi ke sekolah. Begitu juga saat di rumah, mereka enggan untuk mengerjakan PR yang diberikan oleh guru.

Menjauh dari Aktivitas

Anak yang terkena bullying cenderung menjauh dari aktivitas yang biasa mereka lakukan biasanya. Misalnya saja, jika sebelumnya anak lebih suka bermain sepakbola, mereka menunjukkan perubahan yang drastis. Anak akan cenderung merasa malas saat diajak bermain bola.

Keenggaan tersebut juga bisa terlihat ketika mereka melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Contoh hal sederhana saja adalah ketika mereka makan. Jika biasanya anak makan katakanlah tiga kali dalam sehari, mereka akan kehilangan nafsu makannya karena mereka merasa tidak mood.

Perubahan dalam Pertemanan

Ciri-ciri anak terkena bullying selain keempat di atas dapat pula dilihat dari perubahan dalam dunia pertemanan mereka. Ini terjadi pada anak-anak, terutama anak perempuan.

Cirinya adalah, mereka cenderung enggan untuk bergaul dengan teman-temannya. Baik teman di sekolah maupun di sekitar tempat tinggal.

Ada banyak alasan mengapa anak melakukan hal tersebut. Salah satu yang utama adalah mereka merasa trauma dan takut saat berjumpa dengan seseorang atau anak yang telah mengintimidasinya.

Di sinilah peran orang tua dalam berkomunikasi dengan orang tua lainnya sangat  penting untuk memperhatikan perkembangan anak.

Setidaknya, itulah beberapa ciri-ciri anak terkena bullying yang perlu orang tua ketahui. Dengan mengetahui ciri tersebut diharapkan orang tua lebih aktif dalam mengawasi sang anak dan dapat mencegah tindakan bullying yang dapat merugikan anak. Terlebih lagi bagi kesehatan fisik dan mental mereka. Semoga bermanfaat!

Referensi : 10 Silent Signs Your Child Is Being Bullied

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *