3 Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

3 Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

Perkembangan anak memang harus diperhatikan sejak usia dini. Apa yang ia terima, lihat, dan rasakan sejak kecil sedikit banyak akan memengaruhi tumbuh kembang dan masa depannya. Setidaknya ada empat faktor perkembangan anak yang paling berpengaruh, yaitu faktor lingkungan, faktor biologis, hubungan interpersonal, serta lingkungan dan pengalaman awal. 

Dari keempat faktor perkembangan anak tersebut, berikut beberapa hal yang bisa Anda jadikan indikator untuk melihat perkembangan anak pada setiap kategorinya.

1. Faktor lingkungan

  • Di dalam rumah, pastikan anak memiliki ruang untuk bermain dan menjelajah, kepadatan penduduk tidak terlalu parah, dan terdapat ruang hijau seperti taman tempat anak-anak bisa bermain.
  • Di lingkungan sekitar rumah, pastikan anak terhindar dari ancaman kontaminasi polusi kimia, seperti asap pabrik atau limbah pabrik. Kondisi kelembaban perumahan juga berkontribusi terhadap kesehatan yang buruk.
  • Sisi ekonomi keluarga juga merupakan faktor perkembangan anak yang berpengaruh. Keluarga yang mengalami tekanan keuangan atau beban utang yang tinggi akan menjadikan anak minder dan tidak percaya diri. 
  • Latar belakang pendidikan orang tua dan keluarga akan menentukan bagaimana cara anak tersebut dididik. Semakin tinggi pendidikan orang tua dan keluarga, maka kemungkinan anak akan terdidik dengan baik juga semakin tinggi. 
  • Asupan nutrisi yang dikonsumsi oleh anak juga menjadi salah satu faktor pendukung tumbuh kembang anak. Beberapa pemerintah kota bahkan memiliki program yang memberikan subsidi khusus untuk makanan. 

Dari faktor lingkungan ini dapat diambil kesimpulan bahwa kondusifitas di dalam rumah, lingkungan sekitar rumah, ekonomi keluarga, latar belakang pendidikan orang tua, serta asupan nutrisi anak harus diperhatikan demi memperoleh tumbuh kembang anak yang baik.

2. Faktor Biologis

  • Secara biologis, jenis kelamin anak laki-laki dan perempuan berbeda proses tumbuh kembangnya. Jika anak Anda perempuan, apakah budaya dan adat menghargai kesetaraan dan hak-hak perempuan? Pertanyaan yang sama juga harus Anda pikirkan jika anak Anda laki-laki.
  • Anak yang terlahir dengan berat lahir sehat tentunya akan berbeda perlakuannya dengan anak yang terlahir berbeda dari kondisi normal, baik itu terlalu kecil, besar, bahkan mungkin cacat. Kesehatan ibu pasca melahirkan juga menjadi perhatian. Beberapa ibu mengalami sakit ringan setelah melahirkan, sehingga biasanya anak akan diasuh oleh orang tua atau keluarga lainnya. 
  • Kesehatan anak secara mental dapat dilihat dari seberapa hangat lingkungannya dalam mengasuhnya. Beberapa ibu biasanya juga mengalami sakit secara mental setelah melahirkan. Ibu akan menderita kegelisahan, depresi, atau gangguan suasana hati lainnya yang tentunya akan menganggu proses pendidikan anak. 

3. Hubungan interpersonal

Hubungan interpersonal antara Anda dan anak sangat penting karena mereka akan mempelajari banyak hal melalui hal ini. Kontak mata, senyuman dan peniruan lainnya yang akan membuat gambaran cara berkomunikasi mereka lebih lanjut.

  • Gaya pengasuhan

    Apakah anak mengalami gaya pengasuhan yang protektif atau justru cenderung cuek? Apakah ada program pengasuhan anak? Apakah hak dan tanggung jawab orang tua didukung oleh tempat kerja?

  • Jejaring sosial

    Apakah keluarga tersebut memiliki keluarga besar dan jejaring sosial yang dapat mempengaruhi secara dominan? Misalkan, keluarga mengikuti kelompok agama, kelompok budaya, kelompok kegiatan tertentu.

    Apakah ada dukungan masyarakat untuk pengembangan diri yang mencakup seluruh keluarga? Apakah anak memiliki teman dan tidak mengalami perundungan? Apakah masyarakat di lingkungannya menumbuhkan rasa memiliki bagi semua keluarga tanpa memandang orientasi budaya, seksual, atau agama? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat menjadi tolak ukur perkembangan anak. Proses perkembangan anak akan menjadi semakin kompleks sampai dia mencapai kemampuan untuk dapat berpikir secara simbolis, membangun jembatan ide, menghubungkan perasaan dan mengembangkan pemahaman tentang bagaimana dunia ini bekerja.

Oleh karena itu, selain faktor-faktor yang mempengaruhi Anda juga perlu memahami apa saja tahap-tahap perkembangan anak.

Semua perkembangan ini terjadi melalui interaksi timbal balik yang berkelanjutan dengan orang dewasa dan teman sebaya.

Referensi : Factors Affecting Child Development

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *