Peringatan Hari Anak Sedunia dan Sejarahnya

Peringatan Hari Anak Sedunia dan Sejarahnya

Seperti yang Anda ketahui bahwa setiap tanggal 20 November merupakan Hari Anak Sedunia. Peringatan seperti ini dilakukan adalah dengan tujuan untuk bisa meningkatkan kembali kesadaran dan juga mendukung kesejahteraan anak-anak yang ada di seluruh dunia. Nah, mengenai peringatan hari anak dan sejarahnya mari kita simak sebagai berikut ini.

Sejarah Hari Anak Sedunia

Hari Anak Sedunia memang telah ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 20 November dan peringatan ini disebut juga dengan Hari Anak Universal.

Tujuannya memang untuk menghormati dan mendukung hak-hak anak yang ada di seluruh dunia. Jadi, dengan adanya hari anak ini tentunya akan menawarkan kepada setiap orang agar bisa untuk menginspirasi, mempromosikan, mengadvokasi hingga merayakan hak-hak anak.

Selain itu, mengenai sejarah dari hari anak ini dan dilansir dari Independent UK, yang mana asal usul dari ditetapkannya Hari Anak Sedunia ini adalah pada saat pertengahan abad ke-19.

Jadi, kala itu terdapat sebuah khotbah yang disampaikan oleh seorang pendeta tepatnya di Amerika Serikat dan menginspirasi lahirnya hari anak dengan tujuan untuk menghormati anak-anak.

Tak hanya itu saja, selanjutnya pada hari Minggu kedua tepatnya pada Juni 1856, pendeta yang bernama Dr Charles Leonard yang merupakan pendeta dari Church of the Redeemer tepatnya di Massachusetts memberikan sebuah layanan yang didedikasikan langsung untuk anak-anak.

Oleh karena itulah, khotbah yang disampaikan oleh Pendeta Leonard ini terbukti sangat terkenal dan populer sehingga dapat menginspirasikan satu hari khususnya untuk menghormati anak-anak, yang mana kala itu disebut juga dengan Rose Day dan kemudian berubah dinamai dengan Flower Sunday.

Kegiatan seperti ini pun pada akhirnya mengarah pada penciptaan hari anak. Nah, deklarasi resmi dari hari anak ini dibuat oleh Turki tepatnya pada tanggal 23 April 1929 dan telah dirayakan pula di Turki selama 9 tahun.

Selain itu, sedangkan secara globalnya, dimana Hari Anak Sedunia ini diresmikan langsung oleh PBB tepatnya pada tahun 1954 silam.

Pada tanggal 20 November juga telah menjadi salah satu hari pengingat, dimana ketika Majelis Umum PBB pada saat itu membuat Deklarasi hak-hak anak pada tahun 1959.

Kemudian, pada tanggal 20 November 1989, dimana Majelis Umum PBB ini mendeklarasikan Konvensi untuk hak-hak anak. Jadi, menurut PBB, untuk Hari Anak Sedunia ini merupakan sebuah acara yang nantinya dapat mempromosikan kebersamaan internasional, mengenai kesadaran diantara anak-anak yang ada di seluruh dunia serta untuk meningkatkan lagi kesejahteraan anak di seluruh dunia.

Untuk itu, tanggal memperingati hari anak ini memang dapat berbeda-beda untuk antar negara misalnya seperti China, Portugal dan Republik Ceko yang mana Hari Anak Sedunia akan diperingati dan merayakan pada tanggal 1 Juni untuk setiap tahunnya.

UNICEF menguraikan lagi bahwa dengan adanya Hari Anak Sedunia ini merupakan waktu yang tepat untuk merayakan, menuntut hingga masing-masing anak memiliki haknya.

Mengapa demikian? karena menurut data yang ada pada UNESCO tepatnya di dalam laporan pada tahun 2017 hingga 2018 Global Education Monitoring Report, yang mana jumlah anak-anak yang tidak mendapatkan dan memiliki akses pendidikan mencapai hingga 246 juta.

Jadi, dengan adanya data seperti ini, tentunya Hari Anak Sedunia bisa dapat menyadarkan lagi lebih banyak pihak-pihak agar dapat mementingkan pendidikan anak-anak di seluruh dunia.

Permasalahan Utama Anak di Dunia

Selain permasalahan pendidikan, dimana UNICEF juga menyoroti hari anak ini yang diperingati pada tanggal 20 November. Dimana UNICEF memaparkan ada beberapa permasalahan utama yang memang sering dihadapi oleh anak-anak pada saat ini dan juga di masa depan. Beberapa permasalahan tersebut yakni seperti:

  • Permasalahan pemenuhan mengenai air bersih, iklim yang aman hingga sampai udara yang bersih. Jadi, hampir setengah juta anak-anak memang hidup di wilayah-wilayah yang berpotensi banjir.
  • Kemudian, ada juga anak-anak hidup dan juga belajar di wilayah konflik. Nah, menurut UNICEF, dimana 75 juta anak-anak dan remaja bisa menjadi dampak dari bencana alam dan konflik sehingga nantinya dapat terganggu aktivitas mengenai pendidikannya.
  • Selanjutnya mengenai masalah kesehatan mental yang terjadi pada anak. WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia telah memperkirakan bahwa 62.000 remaja meninggal di tahun 2016, yang disebabkan oleh melukai dirinya sendiri. Mengenai kasus ini hingga sekarang menjadi salah satu penyebab utama kematian khususnya bagi remaja yang berusia 15 hingga 19 tahun.

Perbedaan Hari Anak Internasional dan Hari Anak Sedunia

Hari Anak Sedunia memang dirayakan pada 20 November untuk setiap tahunnya. Namun tahukah Anda, bahwa terkadang hal ini membuat sebagian orang merasa bingung dengan adanya Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Internasional.

Apakah keduanya sama atau ada perbedaan? Untuk Hari Anak Internasional biasanya dirayakan setiap tanggal 1 Juni sedangkan untuk Hari Anak Sedunia biasanya diperingati pada tanggal 20 November. Namun, kedua hari ini memiliki konsentrasi isi yang tidak sama dan berbeda.

Mengenai penjelasannya bisa dilihat disini dengan jelas sehingga Anda dapat membedakan antara Hari Anak Sedunia dengan Hari Anak Internasional.

Nah, untuk Hari Anak Sedunia memang dibuat untuk dapat mengubah bagaimana cara masyarakat dapat melihat dan juga memerlukan anak-anak dengan lebih baik lagi, terutama dalam urusan meningkatkan kebahagian dan juga kesehatan anak-anak yang ada di dunia.

Sedangkan untuk Hari Anak Internasional ini lebih menyepakati dengan adanya memberikan perlakuan yang tepat khususnya untuk anak-anak yang menghadapi masa-masa sulitnya.

Perayaan seperti ini tentunya untuk memastikan anak-anak juga bisa dapat berkembang dengan jauh lebih baik lagi tanpa adanya eksploitasi serta mengarahkan anak-anak untuk bisa menunjukkan keahliannya sehingga dapat berguna bagi masyarakat.

Meskipun kedua hari anak ini berbeda, namun tujuannya yaitu sama-sama berkonsentrasi kepada anak-anak untuk berbagai keadaan bahkan hingga yang terburuknya sekalipun. Hal ini dilakukan agar anak-anak memiliki masa depan yang cerah dan menghasilkan generasi yang jauh lebih baik lagi.

Tak hanya itu saja, penetapan Hari Anak Internasional ini juga ditujukan agar guna menarik perhatian diseluruh dunia mengenai deretan isu yang terjadi dan terdampak pada anak-anak.

Mengenai hal ini diantaranya yaitu seperti pembekalan anak baik yang berupa dari fisik, spiritual dan juga material. Selain itu, belum lagi kasus kelaparan yang melanda di beberapa negara sehingga membuat kita miris melihatnya.

Selanjutnya ada juga hal yang harus diketahui yaitu bagaimana cara mendapatkan penanganan medis terlebih lagi ketika sakit, kemudian pertolongan pada saat memiliki kondisi yang tidak baik ataupun kurang normal, mendapatkan perlindungan hukum apabila terjadi masalah hingga sampai ke tempat berteduh yang begitu layak bagi anak-anak yang membutuhkan terlebih lagi yang yatim piatu.

Nah, tidak hanya berhenti hingga disitu saja, dimana Hari Anak Internasional ini juga menyepakati untuk bisa memberikan perlakuan yang tepat khususnya untuk anak-anak yang sedang menghadapi masalah dan masa-masa sulit.

Oleh karena itu, dengan adanya Hari Anak Internasional ini maka dapat dipastikan pula bahwa anak-anak di seluruh dunia bisa dapat berkembang dengan jauh lebih baik lagi sehingga mereka dapat menunjukan semua bakat dan keahliannya, yang mana ini tentunya akan sangat berguna sekali untuk masyarakat dan dunia.

Jadi, inilah yang menjadi perbedaan tentang Hari Anak Sedunia dan juga Hari Anak Internasional yang bisa Anda lihat sehingga tidak membingungkan Anda lagi. Apapun itu, tujuan hari anak ini adalah baik, sama-sama melihat dan memperlakukan anak yang ada di seluruh dunia menjadi lebih baik dan mendapatkan segala yang menjadi haknya.

Referensi: World’s Children Day

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *