How To Deal With Gen Z, Si “Generasi Gadget” Yang Mudah Menyerah

How To Deal With Gen Z, Si “Generasi Gadget” Yang Mudah Menyerah

Apakah kamu, generasi masa kini sering merasa hidup sedang dalam tahap yang sangat berat, khususnya di masa pandemi? Atau para orangtua, heran melihat semangat juang anak-anaknya yang gampang menyerah dibandingkan saat mereka muda dulu? Kenalkan, Generasi Z atau Gen Z.

 

Generasi Z atau Gen Z adalah generasi yang lahir setelah generasi Y. Kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah mereka yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010. Jadi bila Anda lahir di rentang waktu itu maka Anda juga turut termasuk ke dalam generasi Z. Biasanya, para Gen Z ini termasuk manusia-manusia yang melek teknologi, karena memang hidup di zaman kecanggihan teknologi yang di-support oleh internet.

 

Walaupun kehidupan generasi Z dimudahkan oleh smartphone yang membuat mereka gampang mengakses situs hiburan maupun pembelajaran, namun fasilitas itu belum lah cukup. Itulah mengapa mereka seringkali dicap sebagai generasi pemalas karena pertumbuhan hidupnya banyak didukung oleh teknologi. Mulai dari generasi komparasi, cyber bullying, depresi, hingga FOMO (Fear of Missing Out).

 

Menurut penelitian Millward Brown (2017), seperti yang pernah dilansir di kompas.com, generasi Z memiliki karakteristik berbeda dibandingkan generasi Y atau bahkan generasi X (baby boomers). Generasi Z lahir saat teknologi digital tengah berkembang pesat. Generasi ini juga lebih melek internet dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Sebanyak 74% generasi Z mengakses gawai sedikitnya satu jam per hari. Persentase itu lebih besar dibandingkan generasi Y (66%) dan generasi X (55%). Ekses dari kondisi di atas adalah remaja kekinian itu kurang gemar membaca. Mereka lebih suka menyerap informasi dalam bentuk visual, misalnya konten video pendek. Survei Millward Brown mendapati generasi Z menyukai video pendek berdurasi 10 detik, lebih singkat 50% dibandingkan generasi X yang masih mampu menyerap video berdurasi hingga 20 detik.

Butuh trik dan pendekatan khusus untuk dapat menjalin komunikasi dengan Gen Z. Apalagi, Gen Z merupakan usia sekolah saat ini. Membesarkan dan mendidik anak-anak generasi Z ini tentu perlu cara-cara tersendiri. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, keakraban mereka dengan teknologi itulah yang menimbulkan stigma Gen Z mudah menyerah. Padahal, pasti ada sisi positif yang bisa dikembangkan.

 

Untuk bisa mengimbangi penetrasi digital generasi gadget tersebut, selayaknya para orang tua dan guru di sekolah mengubah cara didiknya. Keistimewaan generasi Z, seperti yang pernah dimuat di The Huffington Post, adalah sifat mereka yang haus informasi. Generasi Z senantiasa ingin memperbarui pengetahuan atau informasi yang dimilikinya.

Tak bisa lagi dengan cara-cara usang, tetapi harus lebih kekinian. Mau tak mau, mereka harus melibatkan perangkat teknologi dalam pola pengajaran sehari-hari. Itu dilakukan agar generasi Z mampu menyerap pelajaran dengan lebih cepat dan tepat sasaran. Itulah yang diterapkan di Stella Maris School. Selain menempa pendidikan akademis, sisi non-akademis juga turut dikembangkan untuk menciptakan generasi muda dengan jiwa entrepreneurship, dengan pendekatan kerohanian dan juga kekinian. Pilihan yang tepat untuk memberikan bekal pendidikan kepada Para Gen Z. (AR)

 

Informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id
Video Kegiatan Siswa : Youtube Stella Maris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *