Jiwa Sportif (Bisa Menerima Kekalahan),  Keterampilan Penting yang Perlu Dilatihkan sejak Usia Dini

Jiwa Sportif (Bisa Menerima Kekalahan), Keterampilan Penting yang Perlu Dilatihkan sejak Usia Dini

Sebagai orang tua, Anda harus membantu putra-putri Anda agar mampu menghadapi segala situasi sehingga kelak mereka akan menjadi pribadi yang memliki kekuatan mental. Salah satunya adalah menerima kekalahan atau kegagalan, karena kemenangan tidak akan selalu datang di dalam kehidupan mereka.

Berlapang dada menghadapi kekalahan atau kegagalan berarti bisa menerima atau memiliki jiwa yang sportif. Melatih buah hati Anda agar memiliki jiwa sportif adalah salah satu tugas penting menjadi orang tua.

Lalu, bagaimana cara melatih anak agar memiliki jiwa sportif?

Dilansir dari situs id.theasianparent.com, Vickie Falcone, penulis buku β€œYou Can’t Make Me: How to Parent with More Connecting and Less Correcting” terungkap bahwa hal yang sangat wajar ketika anak harus mengalami kegagalan di dalam hidupnya dan merasakan kecewa karena kegagalannya tersebut.

Namun, tetap ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan agar anak tidak larut secara terus-menerus di dalam kesedihannya. Terlebih jika anak sampai melakukan hal-hal yang merugikan.

Beberapa tips berikut bisa Anda coba untuk melatih buah hati Anda berjiwa sportif:

  • Mengajarkan aturan dasar sportivitas

Beberapa aturan dasar yang perlu dikenalkan dan diajarkan pada anak adalah:

  • Tanamkan sikap lapang dada saat menghadapi kekalahan/kegagalan
  • Berikan pemahaman pada anak bahwa lawan bukanlah musuh abadi yang harus diperlakukan tidak baik
  • Ajak anak berpikir positif terhadap kemenangan lawan

Selain itu Anda harus selalu ingat bahwa anak merupakan peniru ulung, jadi berikan contoh dalam kehidupan nyata bahwa Anda juga memiliki jiwa sportif.

  • Fokus pada proses, bukan hasil akhir

Orang tua harus selalu memberikan pemahaman pada anak bahwa kemenangan bukanlah hal yang paling penting dalam sebuah kompetisi. Proses untuk meraih kemenangan itulah yang jauh lebih penting. Tanamkan pada anak betapa pentingnya kerja keras dalam kehidupan, hasil adalah persoalan lain. Dengan demikian anak akan belajar menghargai sebuah proses.

 

  • Membangun kembali rasa percaya diri pada anak

Pada saat mengalami kekalahan, pasti muncul rasa sedih atau kecewa. Di saat seperti itu Anda harus bisa menguatkan buah hati Anda agar tidak terpuruk dalam situasi tersebut. Beri dukungan dan dorongan agar kepercayaan dirinya tidak hancur. Tekankan bahwa tidak menjadi masalah mengalami kekalahan, yang terpenting bisa bangkit lagi untuk meraih kemenangan di kompetisi berikutnya.

 

Sumber: id.theasianparent.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *