MENGAJARI KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK BALITA

MENGAJARI KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK BALITA

Mengajari kecerdasan emosional anak sejak dini sangat penting dilakukan oleh orang tua. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tumbuh kembang psikologis pada anak.

Namun, dalam praktiknya, tidak jarang para orang tua belum mengetahui parenting yang baik untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak.

Termasuk pula mengenai peran orang tua, tantangan, dan bagaimana cara mengajarkannya sesuai dengan usia anak. Maka dari itulah, Anda bisa simak ulasannya berikut ini.

Peran Orang Tua dalam Mengajari Kecerdasan Emosional Anak

Dalam hal mengajari kecerdasan emosional anak, ada beberapa peran penting orang tua. Peranan orang tua ini sangat dibutuhkan agar anak dapat belajar dengan baik mengenai bagaimana cara mereka mengelola kecerdasan emosionalnya.

Di sini, orang tua perlu menunjukkan kasih sayangnya pada anak karena dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada anak.

Selain itu, peranan lainnya bisa dengan memahami perasaan anak Anda. Tujuannya untuk meningkatkan empati antara orang tua dan anak.

Lalu, responlah kebutuhan anak agar mereka merasa mendapatkan perhatian dari Anda. Namun, jangan lupa untuk memberikan batasan dan aturan serta membangun kemandirian anak sejak dini.

Tantangan yang Dihadapi oleh Orang Tua

Mengajari kecerdasan emosional anak bukanlah tanpa hambatan dan tantangan. Meski terdengar cukup mudah, dalam praktiknya mengajarkan hal tersebut ada tantangan yang harus diperhatikan.

Tantangan yang pertama adalah Anda harus mengetahui karakter anak terlebih dahulu, sebab anak memiliki karakter berbeda-beda. Dengan mengetahui karakter anak, Anda akan lebih mudah melakukan pendekatan.

Kedua, Anda harus pandai-pandai mengatur emosi mengingat ketika mengajari kecerdasan anak tentu akan ada hal baru yang mungkin belum Anda hadapi sebelumnya. Inilah yang membuat orang tua terkadang kebingungan dan kesal.

Namun, Anda harus menjaga emosi dan jangan tunjukkan rasa emosi yang negatif di depan anak secara langsung. Sebab, hal itu akan membuat anak berpikiran negatif pula.

Mengajari Kecerdasan Emosional Anak Sesuai Usia

Mengajari kecerdasan emosional anak bisa dilakukan dengan melihat tahapan dan usia anak itu sendiri. Sebab, setiap tahap perkembangan usia anak perlu pendekatan yang berbeda-beda dan unik. Berikut beberapa tips mengajarkan kecerdasan emosional anak berdasarkan usianya.

  • Usia Tiga Tahun

Untuk anak yang berusia tiga tahun, ada beberapa cara terbaik yang dapat Anda lakukan dalam mengajari kecerdasan emosional anak. Anak haruslah mengerti mengenai konsep tentang miliknya dan milik orang lain.

Anda dapat memisahkan anak secara perlahan dengan anggota keluarga dalam waktu-waktu tertentu. Ini untuk mengenalkan sikap emosi dan empati kepada orang lain di luar lingkup keluarga, seperti teman dan orang sekitarnya.

Anda pun dapat mengajarkan kepada anak mengenai perilaku atau hal baik yang biasa orang dewasa lakukan. Kemudian, ajak anak untuk bermain dan biarkanlah mereka untuk mengambil peran dalam permainan tersebut.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan ialah jelaskan mengenai hal sepele namun penting bagi dirinya. Misalnya, mengapa seseorang harus mengenakan pakaian dan sebagainya.

  • Usia Empat Tahun

Memasuki usia empat tahun, Anda perlu menerapkan cara yang sedikit berbeda dari sebelumnya dalam mengajari kecerdasan emosional anak.

Di sini perlu ditekankan adanya kerja sama maupun interaksi dengan anak lainnya. Sebagai orang tua, Anda dapat mengajarkan pentingnya bermain dengan anak lainnya.

Biarkanlah anak-anak Anda menikmati hal-hal baru yang mereka temukan. Jika melakukan permainan, sebaiknya pilih pola permainan yang kreatif dan bisa memacu perkembangan emosionalnya. Kemudian, Anda bisa menanyakan kepadanya mengenai hal apa yang paling dia sukai dan membuatnya tertarik.

  • Usia Lima Tahun

Saat anak mulai memasuki usianya yang kelima, biasanya mereka akan lebih aktif dari sebelumnya. Mereka juga cenderung memilih permainan yang aktif dan meningkatkan emosionalnya. Pada usia lima tahun, anak  juga akan lebih memperhatikan gendernya secara tidak langsung.

Misalnya untuk anak laki-laki, dia akan menyukai permainan anak laki-laki seperti bermain bola dan sebagainya dan menganggapnya itu adalah aktivitas yang sesuai untuknya. Dalam hal ini, perlu orang tua untuk menuntunnya dalam meningkatkan emosi dan tumbuh kembangnya.

Dengan memahami peranan orang tua, tantangan, dan bagaimana cara mengajari kecerdasan emosional anak di atas, diharapkan Anda dapat melakukannya dengan baik agar tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan sempurna sesuai usianya.

Referensi : Social-Emotional Development: Preschool Children

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *