5 HAL YANG PERLU ANDA SIAPKAN SEBELUM KULIAH DI LUAR NEGERI

5 HAL YANG PERLU ANDA SIAPKAN SEBELUM KULIAH DI LUAR NEGERI

Bagi sebagian besar orang, kuliah di luar negeri merupakan prestasi yang membanggakan. Tidak hanya itu saja, kuliah di luar negeri pun menjadi impian bagi pelajar di Indonesia. Setiap tahunnya, para pencari beasiswa untuk masuk universitas di luar negeri semakin meningkat. Begitu juga akses yang ada kini semakin mudah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan dengan matang sebelum kuliah di luar negeri. Berikut beberapa di antaranya.

Gali informasi sebanyak mungkin

Sebagai langkah awal, Anda harus selalu aktif dalam mencari dan menggali informasi mengenai program studi dan kampus yang akan dipilih saat belajar di luar negeri. Jumlah universitas maupun jurusan di luar negeri cukup banyak dan untuk jurusan yang belum ada di Indonesia sekalipun. Akan tetapi, sebaiknya Anda pilih universitas yang memiliki reputasi baik di dunia.

Anda bisa menggali informasi mengenai universitas tersebut sekaligus mencari informasi beasiswa yang ditawarkan. Salah satunya dengan mengunjungi situs resmi universitas tersebut. Cara lainnya adalah melalui pameran pendidikan, ataupun lembaga pendidikan terpercaya lainnya.

Dapat dipertimbangkan untuk mengikuti program foundation yang mempersiapkan siswanya untuk kuliah di luar negeri.  Program foundation ini biasanya bekerja sama dengan universitas di luar negeri sehingga jalan menuju ke sana akan lebih mudah.

Siapkan dokumen penting jauh-jauh hari

Berikutnya yang harus dipersiapkan ketika ingin melanjutkan universitas di luar negeri ialah surat dan dokumen penting. Dokumen penting ini di antaranya adalah visa dan paspor yang harus Anda persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang tak diinginkan. 

Kemudian, persiapkan juga dokumen apa saja yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan di mana Anda mendaftarkan diri. Beberapa dokumen penting ini biasanya adalah surat rekomendasi, ijazah, transkrip dan sertifikat lain yang mendukung. Contohnya saja, sertifikat kemampuan bahasa asing dan kompetensi lainnya. Jangan lupa simpan surat-surat tersebut di tempat yang aman dan nyaman agar tak rusak dan terjaga dengan baik.

Perhitungkan biaya yang diperlukan dengan matang

Selain mempersiapkan dokumen penting study abroad, Anda pun perlu memperhatikan biaya-biaya yang dibutuhkan selama masa kuliah nantinya. Misalnya, mengenai berapa besaran biaya pendidikan, biaya pengurusan administrasi, tiket pesawat, sampai biaya hidup selama menjalani perkuliahan hingga lulus. 

Ingat, biaya hidup di luar negeri tidaklah sama dengan di Indonesia dan memang tidak murah. Gambarannya, untuk makan siang saja Anda perlu mempersiapkan biaya sekitar 5-8 dolar per harinya. Bayangkan jika itu Anda lakukan selama satu minggu hingga satu tahun. Anda harus memutar otak untuk mengatur biaya hidup ini termasuk biaya tempat tinggal. Tidak ada salahnya pula bagi Anda mencoba bekerja paruh waktu untuk meringankan beban dan menambah penghasilan untuk bekal hidup sehari-hari.

Fasilitas kesehatan bagi para mahasiswa asing

Apabila Anda ingin kuliah di luar negeri, pertimbangkan pula apakah Anda memiliki asuransi kesehatan atau belum. Sebab, beberapa negara memiliki peraturan tersendiri. Kita dapat ambil contoh di Inggris, Amerika dan Australia yang mewajibkan mahasiswa asing memiliki asuransi kesehatan. Hal tersebut akan direkomendasikan oleh universitas.

Akan tetapi, jika Anda memiliki asuransi kesehatan sendiri dan bisa digunakan di luar negeri maka tidak perlu membuat asuransi baru. Memiliki asuransi kesehatan memberikan manfaat penting untuk biaya perawatan selama kuliah di luar negeri. Sebab, biaya kesehatan di sana cukup tinggi dan dengan adanya asuransi kesehatan dapat meringankan biaya tersebut.

Perhatikan sistem pendidikan di negara tujuan

Selain keempat hal di atas, Anda juga perlu memperhatikan sistem pendidikan yang ada di negara tujuan. Contohnya, jika Anda ingin melanjutkan menjadi mahasiswa di luar negeri dengan program master atau S2, ini dapat ditempuh dalam satu tahun, sedangkan di negara-negara lain butuh waktu dua tahun. Begitu pula di Universitas Cambridge yang bisa ditempuh selama satu tahun, akan tetapi biaya yang dibutuhkan lebih besar.

Selain itu, beberapa universitas juga menawarkan program transfer kredit perkuliahan. Semisalnya Anda belajar selama satu tahun di sebuah universitas luar negeri. Maka, sisa waktu pendidikan tersebut bisa diteruskan di tanah air. Meski sebentar, Anda pun tidak hanya mendapatkan ilmu saja namun di sisi lain mendapatkan pengalaman, koneksi, dan peluang-peluang untuk mengembangkan karir.

Setelah Anda mengetahui hal di atas, kini sudah siapkah Anda untuk melanjutkan sekolah di luar negeri? Semoga bermanfaat.

Referensi : Tips untuk membuat rencana kuliah di luar negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *