LAKUKAN INI JIKA ANAK TANTRUM DI TEMPAT UMUM

LAKUKAN INI JIKA ANAK TANTRUM DI TEMPAT UMUM

Tantrum merupakan sebuah situasi yang wajar terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya dialami anak berusia 1-3 tahun. Seperti kita ketahui, kemampuan sosial dan emosional sangat berkembang pada fase ini. Di samping itu, kesulitan anak mengekspresikan perasaannya juga bisa menjadi alasan lain anak menjadi tantrum. Fase tantrum akan membuat anak menangis, ngambek, marah bahkan tak jarang ia akan berguling di lantai karena keinginannya tidak terpenuhi.

Saat hal ini terjadi di tempat umum, apa yang perlu dilakukan?

Tetap tenang

Melihat anak menjerit tanpa henti di pusat perbelanjaan kerap membuat panik. Orangtua akan merasa bingung harus melakukan apa. Ketahuilah bahwa memarahi dan balik berteriak pada anak hanya akan membuat anak semakin frustasi.

Untuk itu, tetaplah tenang dan bertindak seperti biasa. Jika ia melakukannya di dalam bioskop atau ruangan publik, ajak anak ke luar. Tawarkan anak untuk duduk dan menenangkan diri, dan jangan ragu untuk memeluk si kecil.

Jika anak bisa tenang dalam waktu singkat, jangan lupa untuk memberikannya hadiah kecil. Tujuannya agar anak tak akan lupa untuk meminta sesuatu tanpa tantrum di lain waktu.

Pahami perasaan anak

“Terkadang, ini (tantrum) dibutuhkan anak untuk mengeluarkan perasaannya. Jadi, biarkan saja dia (menangis),” tutur Linda Pearson, praktisi sekaligus penulis buku The Discipline Miracle.

Linda menyebutkan, tantrum sedikit banyak membantu anak untuk belajar mengekspresikan perasaan sekaligus mengontrol diri. Namun, pastikan tantrum tak membahayakan si kecil.

Anggap kita sedang di rumah

Sebisa mungkin, kita bisa berpura-pura sedang berada di rumah dengan si kecil. Buatlah skenario seolah buah hati menangis tanpa henti hanya dengan kita, tak ada orang lain di sekitar.

Jangan biarkan situasi di sekitar menguasai kita, sehingga kita justru lebih memperhatikan keadaan sekitar dibandingkan anak. Hal ini akan membuat kita berujung dengan stres. Anak pun tak kunjung bersikap seperti yang kita inginkan.

Coba mengambil napas sejenak dan beberapa saat membiarkan anak menangis adalah langkah terbaik.

Tetap konsisten

Jika orangtua selalu berhasil mengatasi tantrum anak di rumah, yakinlah kita juga bisa menangani hal ini di luar rumah.

Tetap tenang, ambil napas dalam dan jangan sesekali tergoda untuk berteriak pada anak menyuruhnya diam. Utamakan kekuatan dalam diri untuk fokus dan tak mendengarkan jeritan anak.

“Tantrum akan menjadi masalah ketika orangtua kemudian menuruti apa kemauan anak saat itu. Di masa mendatang, cara ini menjadi senjata untuk anak mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ungkap Diane Ryals, pakar edukasi kehidupan keluarga dari University of Illinois.

Abaikan reaksi orang sekitar

Kebanyakan orangtua pasti akan merasa malu saat anak menjerit, tak sedikit orangtua terpancing untuk marah dan lekas memberikan apa yang diinginkan anak dengan harapan masalah akan selesai.

Jika anak menangis terlalu keras dan mengganggu orang di sekitar, gendong ia dan ajak ke tempat yang jauh dari keramaian. Duduk dan diamlah selama beberapa menit, diamkan anak sejenak hingga ia berhenti berteriak.

Selanjutnya lihat perilaku anak, apakah ia masih rewel dan memungkinkan kita untuk melanjutkan perjalanan hari itu. Jika anak sudah agak besar, kita bisa membicarakan perilaku tantrumnya di rumah dalam kondisi yang tenang.

Sumber: id.theasianparent.com

(Foto: pexels.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *