Literasi dan Numerasi, Tolok Ukur Kompetensi Siswa di Era Global

Literasi dan Numerasi, Tolok Ukur Kompetensi Siswa di Era Global

Upaya meningkatkan kompetensi dasar siswa, yaitu literasi dan numerasi, masih perlu ditingkatkan. Direktur Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Mulyatsyah mengatakan, literasi dan numerasi penting karena menjadi tolok ukur kompetensi siswa di era global. Kemampuan literasi dan numerasi yang kuat juga menjadi salah satu indikator sumber daya manusia berdaya saing, mampu berpikir kritis, dan kreatif.

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan,  kompetensi literasi dan numerasi itu fondasi yang harus dimiliki semua peserta didik. Esensi literasi tidak hanya memahami (teks), tetapi juga untuk mengevaluasi, merefleksi, dan menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pada kompetensi numerasi, siswa diharapkan bisa menggunakan konsep matematika untuk mengatasi tantangan sehari-hari. Siswa dengan kompetensi literasi dan numerasi diharapkan berkontribusi ke masyarakat.

Kompetensi itu masih perlu digenjot karena kemampuan numerasi siswa pada periode 2000-2014 menurun. Kemampuan numerasi dasar siswa kelas VII SMP pada 2014 hanya setara dengan kemampuan siswa kelas IV SD pada 2000 (Kompas, 5/7/2021).

Adapun Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan kompetensi pendidikan Indonesia ada di urutan 10 terendah dari 70 negara pada periode 2000-2018. Skor membaca di Indonesia pada 2018 adalah 371, sama dengan skor pada 2000. Hasil PISA juga menyatakan bahwa hanya sekitar 30 persen siswa di Indonesia yang memenuhi kompetensi membaca dan matematika minimal. Ini jadi pelecut untuk memperbaiki pendidikan.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Salah satunya dengan mengadakan Asesmen Nasional (AN) pada September 2021. Salah satu komponen AN adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa di seluruh jenjang pendidikan.

Selain AKM, komponen AN adalah survei karakter dan survei lingkungan belajar. Survei karakter mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, survei lingkungan belajar mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

 

Sumber: Kompas.id

Foto: Freepik

 

 

Untuk informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id
Video Kegiatan Siswa : Youtube Stella Maris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *