BUNDA DEWI: TRAVELING, CARA LAIN UNTUK MENDIDIK ANAK

BUNDA DEWI: TRAVELING, CARA LAIN UNTUK MENDIDIK ANAK

Kesibukan dan rutinitas sehari-hari yang sangat menyita waktu dan energi, kadang-kadang membuat stres dan semangat menurun. Keadaan seperti ini jika dibiarkan terus menerus bisa mengakibatkan pekerjaan dan kegiatan terhambat karena mood yang tidak lagi terbentuk dengan baik. Traveling merupakan salah satu cara untuk mengembalikan mood yang hilang akibat kesibukan sehari-hari.

Begitu pula yang dilakukan oleh Maria Dewi Indrawati, atau kerap dipanggil Dewi, salah satu orangtua murid dari Stella Maris School Cikupa. Ditengah-tengah kesibukannya sebagai dokter umum di sebuah rumah sakit yang berada di Cikupa, ia dan suami selalu menyempatkan diri untuk pergi berlibur bersama keluarga kecilnya. Pentingnya untuk tetap menjaga keseimbangan dalam hidup antara pekerjaan, keluarga dan bersenang-senang bagi Dewi merupakan kunci hidup yang bahagia. “Traveling itu sudah bagian dari lifestyle dan kebutuhan ya kalau saya lihat-lihat sekarang,” ungkapnya. Terutama bagi keluarga kecilnya saat ini, anak pun sudah memerlukan refreshment atau sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka yang sudah diraih selama sekolah seberapapun itu.

Mengajak anak pergi berlibur pun tidak harus ke tempat-tempat yang jauh atau pun mewah setiap saat. Dapat disesuaikan dengan anggaran atau dana yang ada. “Saya dan keluarga gak selalu sih harus ke luar negeri. Kadang di dalam kota saja kalau memang waktunya kurang pas,” ucap wanita kelahiran Jakarta, 10 Mei ini. Wanita yang memang memiliki hobi traveling sedari masih melajang ini mengaku berbeda ketika bepergian sendiri dan membawa keluarga, terutama dengan adanya anak kecil. “Kalau sendiri kan yang kita perlu pikirin hanya diri sendiri, akomodasi pun lebih gampang. Tapi kalau sudah bawa anak-anak bukan hanya urusan packing saja, tapi transportasinya sampai ke tempat makan. Tapi karena anak saya sekarang sudah cukup besar, jadi lebih mudah. Karena kalau traveling sama bayi atau balita itu lebih esktra dalam segala persiapan. Harus bawa alat masak sendiri, bahan makanan sendiri karena pasti gak bisa sembarangan,” ungkapnya. “Saya sekarang lebih tenang karena Aruna (anak saya) sudah besar jadi bisa diberikan pengertian. Terutama semenjak sekolah di Stella Maris School dia lebih disiplin dan mandiri. Itu sangat berpengaruh dan menolong saya sebagai orangtua,” tambahnya.

Bepergian bersama keluarga dengan anak kecil pastinya memerlukan beberapa persiapan, berikut inilah tips traveling ala Ibu Dewi:

  1. Planning. Dalam mempersiapkan sebuah perjalanan diperlukan persiapan yang matang mulai dari menentukan tanggal, lama perjalanan, tiket termasuk hotel, tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi, hingga transportasi yang akan digunakan.
  2. Budgeting. Menentukan anggaran yang akan dikeluarkan untuk tiket pesawat, detail akomodasi yang dibutuhkan selama perjalanan hingga anggaran untuk hal-hal yang tidak terduga. Terutama yang paling utama dibutuhkan adalah asuransi perjalanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi selama berlibur.
  3. Packing. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengemas barang yang akan dibawa selama perjalanan yaitu pakaian yang disesuaikan dengan musim negara atau kota yang akan dikunjungi, obat-obatan yang diperlukan dan disesuaikan dengan kebutuhan anak (terutama bagi anak-anak yang memiliki alergi tertentu), payung ataupun jas hujan (karena kita tidak pernah akan tahu tentang perubahan cuaca yang terjadi).
  4. Understanding. Memberikan pengertian bagi anak selama berlibur, berikan sedikit pengetahuan menarik tentang negara maupun kota yang akan dikunjungi sehingga menambah semangat dan ketertarikan pada anak, serta bagaimana anak juga harus menjaga sikap dan sopan santun selama melakukan perjalanan.
  5. Responsibility. Bagi suami istri penting sekali untuk menyadari pentingnya membagi tugas tanggungjawab selama berlibur terutama untuk perjalanan luar negeri. Agar liburan semakin terasa menyenangkan dan menghindari keluh kesah.

“Yang utama buat saya adalah bagi orangtua jangan takut untuk traveling, karena dengan traveling kita juga bisa secara tidak langsung mendidik anak untuk lebih disiplin dan mandiri. Selain itu juga bisa menambah wawasan baru untuk anak seperti mengajarkan sejarah dan kebudayaan daerah tersebut, mengajarkan keragaman budaya dunia yang patut untuk dihormati dan dihargai. Traveling itu salah satu bentuk pendidikan juga,” ungkap Dewi menutup perbincangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *