Melatih Anak untuk Berempati dan Mengelola Emosi dengan Membaca Buku

Melatih Anak untuk Berempati dan Mengelola Emosi dengan Membaca Buku

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), sebuah organisasi internasional untuk pembangunan dan kerja sama ekonomi mengungkapkan hasil risetnya di tahun 2020 yang sangat menarik. Dalam riset tersebut ditemukan fakta bahwa anak usia lima tahun yang dibacakan buku oleh orang tuanya, memiliki kecenderungan kemampuan empati dan prososial serta mampu mengelola emosi lebih tinggi jika dibandingkan anak di kelompok usia yang sama namun tidak dibacakan buku. Pembelajaran yang sarat dengan aktivitas literasi amat dibutuhkan anak usia dini.

Sofie Dewayani, seorang pakar literasi menegaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi bukan hanya baca, tulis, dan hitung (calistung). Dalam hal membaca buku, bacaan harus sesuai umur anak, serta punya gambar dan cerita imajinatif. Hal ini supaya anak bisa berkelana di dunia imajinasi sekaligus membangun minat baca mereka, sehingga mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner)

Sejatinya literasi adalah memaknai membaca situasi, bagaimana berkomunikasi, bergaul, menghormati dan menghargai, untuk membentuk karakter. Misalnya, bagaimana bekerja sama dengan kakak, adik, dan orang tua di rumah, gotong-royong, mandiri, dan kreatif.

I Gusti Ngurah Pandu Wijaya, orang tua anak usia dini sekaligus Pegiat Membaca Nyaring (Read Aloud), membagikan cerita bagaimana dia menumbuhkan anaknya mencintai buku. Menurutnya mengatakan hadiah paling berharga adalah ketika putrinya, Carita, tumbuh mencintai buku. Sebagai ayah, ia membiasakan diri membacakan buku pada Carita dengan suara nyaring (reading aloud). Teknik ini lazim digunakan serta bermanfaat mendorong konsentrasi, imajinasi, perkembangan bahasa, sekaligus mendekatkan anak dengan orang tua. “Apapun yang kita ceritakan, Carita mulai muncul rasa ingin tahu dan bertanya. Kami buatkan sudut rak buku dengan ornamen-ornamen hewan, warna-warna cerah, sehingga menarik. Kami lengkapi juga dengan aktivitas menyenangkan yang berkembang dari buku bacaan, agar proses membacanya juga jadi menyenangkan,” jelas Pandu yang mengakui ia bergantian membacakan buku bagi buah hati dengan istrinya.

“Carita suka gambar, jadi saya gambarkan hewan di buku cerita. Harapan kami, anak-anak jika diberikan kebiasaan membaca konsisten, difasilitasi, dan menyenangkan, pasti ada manfaat luar biasa bagi tumbuh kembangnya,” pungkas Pandu.

Yuk, budayakan membaca buku sejak usia dini.

 

Sumber: Kompas.com

Foto: Freepik

 

 

Untuk informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id
Video Kegiatan Siswa : Youtube Stella Maris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *