Memilih Sekolah di Tengah Wabah

Memilih Sekolah di Tengah Wabah

Ketika harus mencari sekolah yang terbaik bagi putra-putrinya, orang tua kerap kali mengalami kebingungan. Memilih sekolah anak itu gampang-gampang susah. Jumlah sekolah yang kian banyak dengan beragam pilihan fasilitas, kurikulum, lokasi, maupun biaya, ternyata tidak membuat orang tua makin mudah menentukan pilihan. Terlebih di saat sekarang ini, ketika wabah atau pandemi Covid-19 melanda tanah air. Saat orang tua tidak bisa datang berkunjung secara langsung untuk melihat fasilitas atau bertatap muka dengan pendidik.

Agar tidak makin bingung, faktor-faktor berikut bisa dijadikan pertimbangan saat memilih sekolah yang berkualitas:

  • Memperhatikan kebutuhan psikologis mendasar anak dan memperhatikan tahapan perkembangan anak.

Contohnya, kebutuhan anak untuk merasa mampu. Apakah sekolah tersebut misalnya memberikan kesempatan bagi anak untuk menampilkan kebisaannya, atau apakah sekolah memberi kesempatan kepada anak untuk mengikuti kompetisi meskipun ia tidak berprestasi.

 

Baca Juga : Selain Fisik, Orang Tua Harus Memahami Perkembangan Emosional dan Sosial Anak

 

  • Dapat memenuhi kebutuhan unik atau individual anak.

Sekolah yang seperti ini biasanya melakukan pembedaan cara pengajaran, misalnya memberikan tugas yang lebih sulit untuk anak yang sudah lebih advanced atau menerangkan dengan menggunakan alat bantu gambar untuk anak yang memiliki gaya belajar visual.

  • Dapat membantu pencapaian tujuan jangka panjang orang tua untuk anak masing-masing.

Artinya sekolah harus memiliki nilai-nilai yang sama dengan orang tua. Misalnya bila orang tua menginginkan anak memiliki kemandirian, apakah sekolah tersebut melakukan hal-hal yang bisa membuat anak mandiri atau selalu membantu anak dalam melakukan segala sesuatu sehingga tidak melatih kemandirian anak. Selain berbicara dengan kepala sekolah, sempatkan untuk berbicara dengan guru, murid, atau mungkin orang tua lain yang sudah lebih dulu menyekolahkan anaknya.

 

  • Sekolah yang memiliki tujuan pendidikan yang sama dengan orang tua.

Kembali lagi lihat visi dan misi sekolah. Apakah sekolah tersebut bertujuan menciptakan anak-anak dengan nilai tes yang bagus atau membentuk anak-anak yang memiliki kemampuan belajar (seperti kemampuan analisa, riset, penyelesaian masalah) sehingga dapat menjadi pembelajar mandiri, dan juga memperhatikan pengembangan karakter anak.

Dengan belum dibukanya sekolah-sekolah akibat wabah, maka orang tua bisa melihat beberapa faktor di atas melalui website atau media sosial yang dimiliki sekolah. Karena hal tersebut bisa menjadi salah satu ukuran kualitas sebuah sekolah.  Selain itu, berbagai kegiatan yang digelar secara online misalnya virtual open house juga bisa dijadikan rujukan untuk melihat lebih jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *