Misa Perayaan Paskah Keluarga Besar Stella Maris

Misa Perayaan Paskah Keluarga Besar Stella Maris

 

Menatap Nyala Harapan pada Peringatan Kebangkitan Kristus

 

Perayaan Paskah dalam memperingati kebangkitan Yesus Kristus sejatinya diharapkan menjadi momentum untuk bangkit dari keterpurukan, kesusahan, kekecewaan, dan keputusasaan seperti yang dialami oleh murid-murid Yesus, demikian Pastor Yohanes Haris Andjaja, OSC dari Paroki Serpong, Gereja St. Monika mengawali misa perayaan Paskah keluarga besar Stella Maris, Jumat (9/4/2021). Mengambil tempat di Auditorium Getsemani, Stella Maris School Gading Serpong, misa ditayangkan secara live streaming melalui kanal YouTube STEMA TV.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia lebih dari satu tahun menghadirkan kesulitan di berbagai bidang. Perayaan Paskah dalam memperingati kebangkitan Yesus Kristus diharapkan menjadi momentum untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Kita diharapkan tidak meratapi kesulitan akibat pandemi, melainkan menjadikan momentum Paskah untuk bangkit menjalani hidup lebih baik.

Basil Hume, OSB, seorang Benediktin yang sekaligus menjabat uskup Katolik Roma di Westminster Inggris, pernah berbicara tentang arti Paskah demikian: “Anugerah terbesar Paskah adalah harapan, dan harapan Kristiani membuat kita memiliki kepercayaan teguh akan Allah dalam kemenangan akhir-Nya, dalam kebaikan dan cinta-Nya, yang tidak dapat digoyahkah oleh apapun.”

Perkataan uskup tersebut menegaskan, Paskah bukan sekadar perayaan kebangkitan Kristus. Tetapi lebih daripada itu, Paskah adalah perayaan yang mengingatkan kita untuk selalu memiliki harapan dan kepercayaan kepada Allah ketika kita hendak membangun hidup dan dunia baru seperti yang dihendaki oleh Allah.

Kita mungkin tidak perlu terlalu jauh menghubungkan kebangkitan-Nya dengan kebangkitan tubuh kita setelah kematian. Kebangkitan-Nya akan menjadi lebih relevan bagi kita yang sedang mengalami berbagai ‘kematian’ dalam hidup. Dalam arti simbolis, ‘kematian’ di sini dapat menunjuk pada pengalaman pahit, kehilangan orang tercinta, depresi dan frustasi karena berbagai kesulitan dan kesusahan hidup. Dan secara khusus, pandemi Covid-19 telah membuat kita seakan-akan berada di ‘alam kematian.’

Di sinilah kebangkitan Kristus semakin bermakna. Sebagaimana Allah membangkitkan Yesus yang menaruh kepercayaan kepada Allah ketika dengan sabar Dia menanggung segala kepahitan dalam hidup-Nya, demikian pula bagi kita, ada saatnya Allah juga akan membangkitkan kita dari segala ‘kematian’ dan keterpurukan dalam hidup kita.

Kebangkitan Kristus dapat mengingatkan, kepercayaan total kepada Allah dapat membuat orang yakin bahwa peristiwa pahit dalam hidup tidak selamanya negatif. Sebaliknya, bersama Allah peristiwa tersebut dapat beralih rupa menjadi momen yang membangkitkan harapan.

Semoga perayaan kebangkitan Kristus mampu membangkitkan harapan bagi kita untuk mampu menanggung ‘kematian-kematian’ kecil selama hidup di dunia ini dan untuk bangkit dari segala keterpurukan dan kegagalan hidup.

Bersama Allah, kebangkitan adalah sebuah keniscayaan. Dan, kebangkitan Kristus akan selalu hadir ketika kita mau bangkit dan meraih kemenangan dalam hidup kita. Kebangkitan Kristus hendaknya menjadi kebangkitan harapan kita juga.

 

Sumber: Hidupkatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *