Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Jarak Jauh

Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Jarak Jauh

Percayakah Anda bahwa pendidkan pada dasarnya bukan hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan, namun juga menyiapkan kecakapan lain yang diperlukan untuk bekal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan bekal kehidupan dalam bermasyarakat di kemudian hari. Ketika terjun di lingkungan kerja maupun bersosialisasi di masyarakat, tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan.

Sehingga, pendidikan memang bukan hanya dimaksudkan untuk menimba pengetahuan umum, tetapi juga berlatih untuk berpikir kritis dan menggembleng pendidikan karakter untuk bekal masa depannya. Sekolah bukan sekadar tempat mencari ilmu pengetahuan, tapi juga harus menjadi salah satu tempat pembentukan karakter bagi anak-anak kita. Dan sejak awal berdirinya, Stella Maris School, dengan moto Educare in Caritatem (Mendidik dengan Kasih) menyadari akan hal tersebut.

Karakter diperoleh dari pengalaman belajar, mulai anak berangkat dari rumah, masuk pintu gerbang sekolah, sambutan warga sekolah kepada siswa, bersosialisasi dengan teman-temannya, interaksi antara siswa dan guru di dalam kelas, perlakuan guru terhadap siswa, sampai selesai kembali ke rumah. Proses inilah yang akan tercatat dalam memori anak.

Learning experiences (pengalaman belajar) menjadi proses penting dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, proses pendidikan yang baik akan memberi pengalaman belajar yang baik dan akan menghasilkan pribadi-pribadi yang baik di kemudian kelak. Begitu juga sebaliknya, proses pembelajaran yang kurang baik sangat berpotensi menghasilkan sesuatu yang kurang.

Lantas, ketika sekarang pembelajaran harus dilakukan secara jarak jauh (daring) akibat pandemi Covid-19, bagaimana pembentukan karakter pada peserta didik?

Pada jenjang pendidikan tinggi, pembentukan karakter sudah cukup karena sudah diperoleh pada jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan jenjang pendidikan menengah. Bagaimana dengan jenjang pendidikan anak usia dini sampai pendidikan menengah? Tentu pembentukan karakter melalui pembelajaran jarak jauh tidak cukup. Filosofinya, semakin rendah jenjang pendidikan, bobot pembentukan karakternya semakin tinggi. Pada pendidikan anak usia dini, proses belajarnya sepenuhnya bertujuan pembentukan karakter. Semakin tinggi jenjangnya, proses pembentukan karakter dibarengi dengan pemberian pengetahuan sesuai dengan tingkat perkembangan psikologi dan inteligensi anak.

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan pembentukan karakter bagi anak? Ki Hajar Dewantoro mengajarkan tentang tri pusat pendidikan, yaitu sekolah, orang tua, dan masyarakat. Begitu tinggi nilai filosofi ajaran ini sehingga sangat cocok untuk kondisi sekarang. Pendidikan anak tidak bisa diserahkan kepada sekolah saja karena dengan pandemi Covid-19, mengandalkan sekolah tidak optimal, perlu kerjasama sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Sejauh ini, kolaborasi yang baik antara sekolah (guru), siswa, dan orang tua di Stella Maris School berjalan sangat baik. Sebagai salah satu sekolah terbaik dan unggulan, Stella Maris School senantiasa berkomitmen memberikan pendidikan yang berkualitas pada seluruh peserta didik.

Sumber: Suyanto.id

Foto: Freepik

Untuk informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id
Video Kegiatan Siswa : Youtube Stella Maris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *