Perkembangan Bahasa pada Anak: Pahami agar Tumbuh Kembang Optimal

Perkembangan Bahasa pada Anak: Pahami agar Tumbuh Kembang Optimal

Sebuah kebahagiaan yang tak terkira bagi orang tua ketika menyaksikan buah hati mereka bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Rasanya tidak ada orang tua yang tidak menginginkan yang terbaik buat buah hati tercinta, sejak masih dalam kandungan sampai kelak mereka dewasa. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian orang tua adalah perkembangan bahasa. Mengapa? Karena kemampuan berbahasa si kecil merupakan salah satu indikator perkembangan keseluruhan anak. Tentu saja orang tua berkeinginan anak mereka tidak mengalami gangguan dalam tumbuh kembangnya, namun dengan melakukan deteksi sejak dini maka bisa dilakukan stimulasi yang tepat agar tidak berlanjut ke hal yang tidak diinginkan. 

Secara umum ada dua tahapan perkembangan bahasa pada anak, yakni tahap pralinguistik dan tahap linguistik. Tahap pralinguistik terjadi pada fase bayi. Pada tahapan ini, bahasa yang muncul berupa ekspresi tertentu seperti menangis, menjerit, atau tertawa. Pada dasarnya ekspresi tersebut merupakan wujud komunikasi bayi dalam menyampaikan perasaannya, mulai dari rasa senang, sedih, nyaman, atau takut. Bisa juga untuk menyampaikan keinginannya seperti haus, lapar, mengantuk, atau minta digendong. Selain itu, bentuk komunikasi tersebut juga digunakan untuk menyampaikan perasaan tidak nyaman tentang suatu hal, seperti mengompol, buang air besar, atau mengalami kesakitan. Seiring berjalannya waktu, tahapan tersebut akan meningkat menjadi komunikasi ke arah verbal. Komunikasi verbal pada tahapan ini, masih dalam bentuk sederhana seperti mengoceh, dengan kalimat yang belum begitu jelas. Tahap yang kedua adalah tahap linguistik, dimana pada tahap ini merupakan fase si kecil mulai berbicara. Si kecil sudah dapat mengucapkan kata-kata dengan baik seperti orang dewasa Ia juga sudah dapat merangkai banyak kata dalam satu kalimat.

Tahapan perkembangan bahasa terpenting pada anak terjadi secara normal sejak umur 0 – 5 tahun. Pada masa pertumbuhan tersebut biasanya akan menjadi tolok ukur oleh para dokter atau ahli kesehatan untuk melihat perkembangan apakah perkembangan bahasa pada anak tersebut normal atau memerlukan bantuan dari tenaga profesional. Beberapa kemungkinan yang bisa menjadi indikasi seorang anak memerlukan bantuan dari tenaga profesional seperti terjadinya speech delay (keterlambatan berbicara), receptive language (sulit menangkap atau memahami ucapan orang lain), hingga difficulty sharing (sulit menyampaikan pemikiran melalui bahasa). Orang tua harus memastikan agar buah hati tercinta bisa tumbuh dan berkembang secara optimal dengan memberikan asupan nutrisi serta stimulasi yang baik. Si kecil perlu distimulasi dengan tepat salah satunya dengan memilih pendidikan anak usia dini yang akan membantu anak mencapai potensinya secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *