Preschool vs Montessori, Mana Lebih Baik?

Preschool vs Montessori, Mana Lebih Baik?

Preschool adalah jenjang pendidikan yang diperuntukan bagi anak usia 2-4 tahun, satu fase tepat sebelum anak melanjutkan ke jenjang Taman Kanak-kanak. Di beberapa sekolah, preschool dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu: level Toddler untuk anak dengan usia 2-3 tahun dan level Nursery untuk anak berusia 3-4 tahun.

Sementara Montessori adalah metode pendidikan yang dicetuskan oleh Maria Montessori sekitar 100 tahun yang lalu. Beliau merupakan seorang lulusan sekolah kedokteran pada tahun 1869 dan menjadi dokter wanita pertama di Italia. Metode pendidikan Montessori menekankan bahwa setiap individu harus bisa mengedukasi dirinya sendiri. Peran guru disini hanyalah sebagai pembimbing dan penyedia informasi.

Belajar Mengajar a la Preschool

Seperti yang telah dijelaskan di atas, preschool ditujukan untuk anak-anak berusia 2-4 tahun. Tujuannya adalah memberikan lingkungan belajar yang terstruktur guna mengenalkan anak pada dunia pendidikan sebelum mereka memulai TK. Jadi anak-anak tidak akan kaget mengenai seperti apa sekolah itu nantinya.

Namun, preschool pun tidak sama seperti jasa penitipan bayi atau biasa dikenal dengan daycare. Dalam preschool, durasi pertemuan biasanya hanya 2 jam per pertemuan dengan frekuensi kurang lebih 3-5 hari per minggu. Itu pun tergantung kebijakan lembaga pendidikannya masing-masing. Sementara, daycare akan memakan waktu lebih lama karena biasanya para orangtua harus bekerja di pagi hari dan kembali menjemput di sore hari setelah kembali dari bekerja. Preschool sering juga disebut dengan istilah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Belajar Mengajar a la Montessori

Sebenarnya Montessori tidak jauh berbeda dengan sistem sekolah regular. Proses belajar-mengajarnya pun masih melibatkan peran murid dan guru. Hanya saja, di Montessori murid-murid diajarkan untuk lebih mandiri dan menikmati proses belajarnya. Montessori menawarkan alternatif yang sepenuhnya berbeda, mulai dari gaya belajar, metode belajar, hingga filosofi belajar.

Sementara, sekolah regular justru mengajarkan anak-anak semua pelajaran yang dituntut kurikulum. Sekolah regular cenderung membuat anak untuk mau tak mau mengerti semua pelajaran yang diajarkan.

Oleh sebab itu, banyak orang tua yang berpikir bahwa Montessori adalah pilihan yang terbaik bagi pendidikan prasekolah anak-anak mereka, apalagi untuk tahun-tahun awal anak mereka belajar. Itu mengapa penting bagi orang tua untuk mengetahui perbedaan antara preschool vs Montessori sehingga dapat memutuskan mana yang terbaik untuk pendidikan anak.

Jika preschool hanya untuk anak berusia 2-4 tahun saja, pembelajaran di Montessori dimulai saat anak-anak masih balita dan bisa berlanjut hingga usia 18 tahun. Ini termasuk jenjang sekolah dasar, menengah, dan atas. Semua tergantung sekolah masing-masing.

Pada intinya, metode pendidikan Montessori menawarkan lingkungan belajar yang berpusat pada anak dan bukan guru. Peran guru tidak hanya menyampaikan pelajaran sekolah semata, tetapi juga membimbing agar para murid menemukan potensi diri mereka melalui pengalaman-pengalaman yang menantang untuk dihadapi.

Hal tersebut bertujuan supaya para murid bisa mengembangkan semua aspek kejiwaan, mulai dari spiritual, emosional, dan intelektual. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang berpengetahuan luas dan memiliki kecerdasan sosial yang baik.

Preschool vs Montessori

Kurikulum preschool biasanya mengajarkan anak untuk mengerti huruf dan bunyi, mengenal warna, bentuk, dan objek, serta yang paling penting, bersosialisasi. Murid-murid preschool diajarkan bagaimana pentingnya berbagi, bekerjasama, menunggu giliran bersama teman-temannya, atau menaati peraturan sederhana seperti merapikan mainan sehabis main.

Metode pendidikan Montessori mengajarkan agar setiap anak belajar dengan caranya sendiri. Dengan begitu mereka bisa belajar keterampilan sosial, keterampilan hidup sehari-hari, matematika, bahasa fisik, dan seni tradisional lainnya secara lebih maksimal.

Anak-anak juga diupayakan untuk berinteraksi dengan orang lain dari berbagai usia. Tujuannya agar menciptakan lingkungan di mana siswa yang lebih mudah mendapatkan pelajaran dari anak-anak dengan usia yang lebih besar, selain itu, anak-anak yang lebih besar memiliki kesempatan untuk memimpin yang kecil.

Namun, metode pendidikan Montessori memang memiliki harga yang relatif lebih mahal. Hal tersebut karena program Montessori merancang semua aspek lingkungan pendidikannya khusus untuk anak-anak usia prasekolah yang memang sedang dalam masa-masa penasaran. Metode pendidikan Montessori mendorong anak untuk bebas mengeksplorasi apa yang mereka inginkan.

Preschool vs Montessori sebenarnya tidak memiliki pemenang, keduanya menawarkan metode pendidikan yang baik. Oleh sebab itu, untuk menentukan pilihan mana metode yang tepat, penting bagi Anda untuk melakukan survei langsung pada keduanya. Intinya, semua yang terbaik untuk anak ya, parents!

Referensi : What’s the difference between Montessori and preschool?

________________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *