Pro dan Kontra Metode Pendidikan Montessori

Pro dan Kontra Metode Pendidikan Montessori

Metode pendidikan Montessori dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori pada awal 1900-an. Metode pendidikan ini berpusat pada kegiatan yang dipimpin anak, ruang kelas dengan anak-anak dari berbagai usia, serta guru yang mendorong kemandirian di antara murid-murid mereka.

Semakin banyak orang berpikir bahwa metode Montessori ini adalah metode yang lebih baik untuk perkembangan anak.  Meskipun demikian masih ada orang tua dan guru-guru yang meragukan metode ini dengan berbagai pertimbangan.

Untuk memilih metode pendidikan terbaik untuk anak, kita perlu mempelajari apa saja pro kontra Montessori. Berikut penjelasannya.

Pro dari Pendidikan Montessori

Pendidikan Montessori memiliki banyak keunggulan, beberapa di antaranya adalah:

1. Mendesain lingkungan belajar yang indah dan menarik

Ruang kelas Montessori dibuat agar tampak indah, teratur dan rapi.  Hal ini menciptakan suasana yang damai dan menenangkan.  Mengapa demikian?

Karen Rick, seorang founder sekolah Montessori internasional di Jepang menjelaskan bahwa lingkungan yang indah dan mudah diakses membuat anak-anak lebih terarah. 

Diharapkan dengan ruangan seperti itu dapat membuat anak-anak merasa rileks, sehingga membangun rasa penasaran mereka.  Dengan demikian mereka akan bereksplorasi, dan mencari tahu mengenai hal-hal.

2. Penggunaan mainan yang mendukung filosofi montessori

Mainan montessori adalah mainan yang mendorong anak-anak untuk menjadi independent dan pintar dalam mencari solusi.

Berikut adalah beberapa karakteristik dari mainan Montessori, yaitu terbuat dari bahan alami yang menarik.  Hindari mainan yang terlalu menarik perhatian sehingga anak-anak lupa akan pekerjaan utamanya.

Bertujuan untuk melatih satu kemampuan saja, seperti knobbed cylinders.  Mainan berbahan kayu berbentuk silinder yang membantu anak belajar tentang ukuran.

Melissa Stepien, seorang guru di Sunnyside Micro-School menggunakan bahan berbasis sensorik terutama padatan geometris, surat amplas dan tangga manik berwarna yang digunakan untuk aritmatika yang membuat pelajaran lebih menarik.

Bahan-bahan tersebut dapat mengembangkan konsentrasi dan koordinasi mereka di samping pembelajaran akademik yang lebih tradisional

3. Meningkatan interaksi sosial

Di kelas Montessori, para murid tidak dikelompokkan pada satu usia. Adanya campuran usia pada satu kelas bertujuan untuk mendorong pembelajaran peer-to-peer. Pengaturan ini secara alami dapat menyebabkan pertumbuhan yang mungkin tidak terjadi di kelas yang lebih seragam.

“Kelompok usia campuran ini memungkinkan anak-anak untuk belajar dari satu sama lain, mengajar satu sama lain dan mengembangkan keterampilan hidup seperti inklusi dan penerimaan,” jelas Jackson.

4. Ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus

Visi Maria Montessori untuk pendidikan mencakup anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ia memulai “Casa dei Bambini” (Rumah Anak-Anak) pertamanya  untuk anak-anak yang kehilangan hak pilihnya di Roma pada tahun 1907. Banyak ajaran pendidikan Montessori melayani siswa dengan kebutuhan khusus dengan baik.

Karena anak-anak dikelompokkan dengan orang lain dari usia yang berbeda dan memiliki guru yang sama selama tiga tahun pada suatu waktu, siswa dengan kebutuhan khusus cenderung memiliki lebih sedikit tekanan untuk bersaing dengan teman sebaya mereka.

Mereka juga memiliki lebih banyak kebebasan untuk belajar dan tumbuh dengan kecepatan mereka sendiri. Kontinuitas kelas juga dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus membentuk koneksi yang erat di dalam kelas mereka, membuat lingkungan yang aman dan stabil untuk belajar.

Kontra dari pendidikan Montessori

Pro kontra dalam sebuah kehidupan sudah biasa, begitu pula dengan pro kontra Montessori. Bagi beberapa orang, pengalaman di Montessori mungkin menjadi pengalaman yang baik. Namun bagi beberapa orang lainnya, beberapa aspek budaya Montessori justru tidak cocok dengan mereka. Berikut beberapa hal kontra mengenai pendidikan Montessori:

1. Harga yang mahal

Alasan program Montessori cenderung lebih mahal adalah karena menggunakan banyak bahan belajar yang tahan lama dan berkualitas tinggi. Pelatihan yang panjang dan mendalam untuk para guru tentang penggunaan barang-barang seperti itu untuk anak-anak kecil juga tidak mengeluarkan biaya yang murah.

2. Tidak dapat dijangkau oleh semua orang

Mengingat harga yang mahal tersebut, sayangnya tidak semua orang mampu membayar. Meskipun hal ini jauh dari visi asli Maria untuk Montessori, namun kenyataannya hal itulah yang terjadi.

Karena filosofi pendidikan ini membalikkan kurikulum sekolah umum tradisional, maka sebagian besar program Montessori bersifat pribadi, termasuk soal mengatur biaya sekolah. Hal inilah yang membuat sulit bagi siswa kulit berwarna berpenghasilan rendah di kota yang tidak bisa sekolah di Montessori.

Pro kontra Montessori memang selalu ada dari pertama kali metode pendidikan ini diperkenalkan. Mulai dari dicap sebagai metode pendidikan untuk orang-orang berkulit putih saja (di negara asalnya), hingga biaya sekolah yang terlampau mahal. Namun di balik harganya yang cenderung mahal, ada kualitas yang diberikan. Jadi, berminatkah untuk menyekolahkan anak di Montessori?

Referensi : Exploring the Pros and Cons of Montessori Education

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *