Soft Skills Penting untuk Anak Usia Dini

Soft Skills Penting untuk Anak Usia Dini

Perkembangan anak prasekolah atau usia dini merupakan momen penting dalam mendidik dan mengasuh anak. Si Kecil pada umumnya sangat aktif mengeksplorasi hal-hal baru. Oleh karena itu, sebelum si Kecil memasuki pendidikan formal, sangat penting bagi Anda mengetahui aspek perkembangan anak usia dini.

Salah satunya dengan memperkenalkan dan mengajarkan beberapa soft skills agar pertumbuhan dan  perkembangan anak semakin optimal. Apa saja keterampilan tersebut?

  • Etika dasar

Kesopanan adalah bekal penting untuk si Kecil agar bisa bergaul dan bermasyarakat kelak ketika umur makin bertambah. Jangan lupa ajarkan bahwa di setiap tempat memiliki etika yang berbeda-beda. Mereka perlu dikenalkan dengan beberapa perilaku seperti bersalaman, mengucapkan permisi, minta maaf, minta tolong dan terima kasih. Anda juga perlu memberi contoh kepada anak dengan mempratikkannya. Misalkan meminta tolong si Kecil untuk menaruh piring dan alat makan ke cucian piring kotor atau membuang sampah di tempatnya.

  • Komunikasi

Mengungkapkan perasaan seperti marah, gembira, sedih atau kecewa perlu diajarkan sejak usia dini untuk membantu mereka mencari penyebab dari berbagai perasaan yang muncul. Komunikasi merupakan hal penting untuk konsep pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah. Berikan mereka ruang untuk berani speak up. Rasa takut salah dan sungkan kerap kali dirasakan si Kecil saat mencoba berkomunikasi. Nah, orang tua bisa memberikan contoh dengan mengungkapkan perasaan tentang hal yang dilakukan anak. Contohnya, “Mama senang lihat gambar kamu tadi”, atau “Mama kecewa, deh, mainnya dilempar begitu.” Kelak si Kecil akan terbiasa mengungkapkan perasaannya. Dengan sendirinya, ia akan terlatih untuk mengerti bahwa setiap orang memiliki pendapat dan perasaan yang berbeda-beda terhadap suatu hal.

  • Kejujuran

Nilai yang satu ini penting untuk diajarkan sejak usia dini. Ubah amarah Anda dengan memahami si Kecil saat mereka melakukan kesalahan. Ini akan menanamkan kejujuran pada diri mereka sehingga tidak merasa takut untuk mengakui kesalahan. Orang tua harus menjadi role model terbaik untuk anaknya. Karena percuma jika anak pintar namun tidak jujur. Maka dari itu, hindari sikap over protective dalam mengasuh anak. Sikap terlalu mengekang akan membuat si Kecil menutup-nutupi beberapa hal dari Anda. Penting untuk menjadi pendengar yang baik saat anak menjelaskan apa yang dilakukan sekaligus perasaannya.

  • Tanggung jawab

Seperti pepatah yang pernah diungkapkan Kahlil Gibran, anak adalah panah dan orang tua adalah busurnya. Biarkan si Kecil mencoba melakukan sesuatu sendiri lewat pengawasan Anda. Contohnya memakai baju sendiri, hingga membiarkan si Kecil membantu melakukan pekerjaan rumah ringan. Anda juga bisa meminta si Kecil untuk membereskan mainan ke tempat yang seharusnya setelah selesai dimainkan. Paling tidak anak diajarkan untuk bertanggung jawab dari hal-hal kecil.

  • Kepercayaan diri

Yang satu ini memang tidak bisa didapatkan begitu saja. Kepercayaan diri jadi aspek penting untuk perkembangan anak prasekolah. Selayaknya bakat, kepercayaan diri perlu ditanamkan dan dipupuk. Umumnya anak-anak dengan kemampuan/keterampilan yang menonjol akan lebih percaya diri. Anda juga harus sabar membimbing setiap proses pertumbuhan si Kecil untuk menemukan kelebihan, keunikan dan juga minatnya.

 

Sumber: Dancow.co.id

Foto: Freepik

 

Untuk informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *