Tahap Perkembangan Anak yang Perlu Anda Tahu

Tahap Perkembangan Anak yang Perlu Anda Tahu

Sebagai orang tua, Anda tentu ingin agar anak bisa mengalami proses tumbuh kembang secara optimal. Apalagi ketika anak masih berada di usia dini, di mana anak akan belajar dan secara perlahan kepribadiannya akan terbentuk. Idealnya, istilah anak usia dini merujuk pada anak berusia 0-8 tahun, yang disebut pula dengan “usia emas”.

Penting bagi Anda untuk memahami tahap perkembangan anak agar bisa memberikan parenting yang terbaik. Setidaknya tahap perkembangan anak bisa dibagi menjadi empat. Cek penjelasannya di bawah ini!

Periode 0-24 bulan

Tahukah Anda bahwa setiap bayi yang lahir sudah memiliki refleks bawaan untuk mengeksplorasi dunianya? Namun, pada tahap sensorimotor yang berlangsung selama anak berusia 0-24 bulan, gerak refleks si kecil memang masih terbatas.

Ia belum tahu apa yang ia butuhkan, inginkan, dan belum memahami kepentingan orang lain. Itulah kenapa pada tahap ini, anak dianggap “egosentris”.

Alhasil, gerak-gerak refleks yang dilakukan si kecil pun berubah menjadi kebiasaan-kebiasaan. Sangat wajar apabila Anda merasa bingung saat anak rewel atau menangis, tetapi ia tidak bisa menjelaskan kemauannya.

Memasuki usia delapan belas bulan, idealnya anak sudah mampu mengenali mana orang terdekat dan mana orang asing. Tidak hanya itu, ia juga mulai bisa menciptakan simbol-simbol dalam benda dan mengenali fungsi beberapa benda yang tidak asing baginya.

Selain itu, sejak bayi baru lahir, perkembangan kemampuan bahasa anak juga sudah dimulai. Hal ini bakal terus berlangsung sampai anak berusia lima tahun, khususnya tumbuh pesat saat ia memasuki masa prasekolah nanti.

Periode 2-7 tahun

Selama usia 2-7 tahun, anak memasuki tahap perkembangan praoperasional. Pada tahap ini, anak sudah mulai bisa menerima rangsangan walaupun masih terbatas. Anak juga masih tergolong “egosentris” karena masih merasa kesulitan memahami sudut pandang orang lain.

Namun, kemampuan bahasa dan komunikasi anak sudah mengalami perkembangan, sehingga membantunya dalam menyampaikan keinginan dan kebutuhannya. Tidak hanya itu, pada tahap ini juga biasanya anak sudah bisa melakukan klasifikasi objek berdasarkan ciri tertentu. Misalnya mengumpulkan mainan berwarna hijau.

Aspek perkembangan motorik kasar juga cukup signifikan pada usia 2-7 tahun ini, terutama pada usia 4-5 tahun. Perkembangannya ditandai dengan anak yang semakin aktif bergerak, berlarian, atau melompat. Idealnya, semakin bertambahnya usia anak, maka anak bisa meningkatkan kemampuan untuk menyelaraskan gerakan tubuh.

Periode usia 7-11 tahun

Anak usia 7-11 tahun memasuki tahapan bernama operasional konkret, anak mulai mengerti apa itu konsep rasional sehingga kemampuan untuk berpikir logis pun meningkat. Ia mampu mempelajari dan memahami konsep sebab dan akibat secara sistematis dan rasional. Itulah kenapa proses belajar membaca dan berhitung biasanya dilakukan mulai usia tujuh tahun.

Kabar baiknya lagi, sifat “egosentris” juga umumnya menghilang pada tahap perkembangan anak fase ini. Ia sudah bisa melihat atau memahami kejadian dari sudut pandang orang lain. Tentunya anak juga sudah mampu menyatakan keinginan dan kebutuhannya secara lebih jelas.

Itulah kenapa dari segi emosional, anak idealnya sudah memiliki kendali yang lebih baik pada usia 7-11 tahun ini. Misalnya, saat merasa lapar atau tidak nyaman terhadap sesuatu, ia tidak lagi langsung merengek atau menangis, tapi sudah bisa untuk mengungkapkannya secara verbal.

Periode usia mulai dari 11 tahun

Dinamakan juga sebagai tahap operasional formal, tahap ini menjadi penanda bahwa anak mulai memasuki fase remaja. Idealnya, tahap perkembangan anak satu ini mulai saat si kecil berusia sebelas tahun hingga ia menginjak usia dewasa dan siap menghadapi realita dunia. Anak sudah mampu menguasai penalaran dan berpikir secara lebih abstrak. Ia bisa menarik kesimpulan dari informasi yang diterima.

Anak yang masuk tahap operasional formal juga sudah paham bahwa dunia tidak selamanya hitam dan putih dan tidak ada yang bersifat pasti di kehidupan ini. Walaupun terkesan sepele, pemahaman tersebut amatlah penting untuk membantunya melalui masa peralihan dari remaja ke dewasa.

Masa peralihan ini bisa dikatakan sebagai masa penentu. Sebagai anak yang beranjak dewasa, anak akan menerima banyak informasi dan pengaruh dari dunia luar. Baik itu teman-temannya atau melalui media sosial. Penting bagi Anda untuk terus mendampinginya.

Namun, jangan sampai Anda terlalu mengekang dan protektif. Berikan ia kebebasan dalam mengambil keputusan, tapi tetaplah awasi anak untuk memastikan bahwa ia mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya.

Kini Anda setidaknya sudah paham tahap perkembangan anak secara umum. Berbekal informasi tersebut, diharapkan agar Anda bisa mengawasi tumbuh kembang anak tanpa membuatnya merasa tertekan. Biarkan ia mengeksplor banyak hal. Sebagai orang tua, tugas Anda adalah memberikan pengawasan dan pengarahan yang positif.

Referensi : Ages and Stages of Development

______________________________
Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *