Tips Menciptakan Hubungan Emosi Positif atau Kedekatan dengan Anak,  Dampaknya Luar Biasa

Tips Menciptakan Hubungan Emosi Positif atau Kedekatan dengan Anak, Dampaknya Luar Biasa

Dalam mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, salah satu aspek penting yang mesti diperhatikan setiap orang tua adalah aspek emosi. Hubungan emosional yang sehat antara orang tua dengan buah hati tercinta merupakan fondasi yang sangat bernilai bagi tumbuh kembang seorang anak. Kecerdasan, perilaku, dan karakter salah satunya dipengaruhi oleh seberapa dekat hubungan emosi orang tua dengan anak.

Tentu bukan hal yang mudah membangun kedekatan dengan anak, terlebih di masa sekarang ketika layar gawai lebih menarik perhatian, ketika kesibukan orang tua entah karena pekerjaan atau bisnis lebih banyak menyita waktu, dan seterusnya. Namun, dalam situasi dan kondisi apapun, orang tua berkewajiban memenuhi hak anak di rumah untuk memperoleh kebutuhan afeksi (perhatian) dari segi emosi yang cukup. Karena dampak serta manfaat yang akan dirasakan anak sangat besar.

Lantas, bagaimana cara membangun kedekatan dengan anak secara efektif? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan oleh setiap orang tua:

  • Wajib luangkan waktu untuk anak

Sesibuk apapun, sepadat-padatnya aktivitas yang menyita sebagian besar waktu orang tua, jangan lupa luangkan waktu untuk buah hati tercinta. Semua anak membutuhkan peran orang tua. Sekadar bertukar cerita dengan anak, ikut bermain dalam permainan yang dia sukai, menemaninya bersepeda, atau membantunya mengerjakan sesuatu sebagian dari upaya yang bisa dilakukan orang tua agar tercipta hubungan emosi yang positif dengan anak. Dengan cara demikian anak akan memahami bahwa orang tua selalu hadir, selalu ada untuk dirinya meski waktunya terbatas.

  • Mampu menerima dan mengafirmasi emosi anak

Pada saat seorang anak merasakan kebahagiaan, sudah barang tentu orang tua akan turut bahagia. Berbeda halnya di saat anak merasa sedih atau marah karena suatu persoalan. Boleh jadi, tanpa disadari orang tua malah ikut kesal karena sudah lelah melakukan pekerjaan di kantor atau mengurusi bisnis. Nah, di sinilah letak tantangan sesungguhnya. Respons orang tua seharusnya berusaha memahami, menerima, dan memberikan validasi terhadap perasaan sedih, kecewa, atau marah yang sedang dihadapi anak. Bagaimanapun tingkat kedewasaan emosional anak belumlah seperti orang dewasa. Saat orang tua mampu menerima dan menguatkan anak, di situlah anak belajar mengenali emosinya sehingga kelak dia akan mampu mengungkapkan perasaan dengan lebih baik.

  • Mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi

Ketika menghadapi masalah, acap kali perilaku anak lebih menonjolkan sisi emosi dan perasaan. Oleh karenanya saat anak memutuskan bercerita, orang tua harus mampu menanggapinya dengan serius. Dengarkan mereka, jangan menyela atau menghakimi, berempatilah pada mereka. Tanyakan apa yang bisa dilakukan agar perasaan anak menjadi lebih baik. Hal ini merupakan dukungan emosional penting sekaligus menunjukkan bahwa orang tua selalu ada buat mereka.

  • Memberikan sentuhan fisik pada anak

Para ahli saraf berpendapat bahwa sentuhan yang tepat bisa memperdalam ikatan, membangun kepercayaan, dan meningkatkan kerja sama.

Kedekatan emosional antara orang tua dengan anak dapat ditumbuhkan dengan melakukan sentuhan fisik secara rutin. Mengelus kepala, memberi kecupan, menepuk punggung, hingga berpelukan menunjukkan cinta dan kepercayaan yang nyata pada anak. Terpenuhinya kebutuhan untuk dicintai serta dipercaya juga akan membentuk perilaku dan karakter positif pada anak.

  • Berinteraksi dengan anak sebaiknya dilakukan tanpa gadget

Penting untuk selalu diingat bahwa meskipun dalam keseharian sulit untuk tidak menggunakan gadget, namun saat membangun kedekatan dengan anak, prinsipnya gadget harus diabaikan untuk sementara waktu. Hal ini akan menguatkan hubungan emosional karena tidak terganggu oleh gadget. Orang tua dan anak bisa fokus berinteraksi. Momen berkesan dan menyenangkan akan lebih didapatkan.

Perilaku dan karakter dibentuk melalui pembiasaan terus-menerus tanpa mengenal lelah. Semua proses yang dijalani agar tumbuh kembang anak bisa optimal membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan dedikasi tinggi dari orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *