Tips Mengenali dan Mengarahkan Bakat Anak

Tips Mengenali dan Mengarahkan Bakat Anak

Kemampuan dan bakat yang dimiliki seorang anak adakalanya tidak diwariskan secara genetis dari orang tua. Boleh jadi anak menjadi yang pertama dalam keluarga memiliki bakat melukis, bermain piano, atau menyanyi misalnya. Pada dasarnya bakat bisa tampak dalam wujud apa pun, tugas orang tua mengenali dan mengarahkan agar makin terasah, tumbuh, dan berkembang dengan optimal.

Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengenali dan mengarahkannya:

  • Amati kegemaran dan kebiasaan anak

Pada usia yang masih kanak-kanak, pada umumnya seorang anak tidak mengenali bakat mereka sendiri, namun secara naluriah akan mengejar sendiri bakat yang muncul dari kegemaran atau kebiasaannya. Misalnya seorang anak sangat menyukai menggunakan krayon atau pensil warna. Hal tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa ia kemungkinan besar memiliki bakat menggambar.

  • Bebaskan anak melakukan penjelajahan kemampuan

Orang tua sebaiknya tidak membatasi kegiatan yang dilakukan anak, cukup mengamati atau memonitor. Bakat akan tampak ketika anak dibiarkan mencoba berbagai macam hal. Berikan kesempatan pada anak untuk bereksplorasi, menjelajahi kemampuannya sehingga bakat yang mungkin terpendam bisa muncul dan berkembang. Kenalkan mereka pada beragam topik, permainan, keterampilan, maupun aktivitas, dan bantu mereka untuk mengejar bakatnya.

  • Berikan kepercayaan secara penuh

Kadang kala muncul keraguan pada anak akan kemampuan atau bakat yang ia miliki. Ketika hal ini terjadi, orang tua harus membantu agar anak menjadi yakin akan apa yang dimilikinya. Berikan dorongan dan juga pujian agar makin berkembang bakatnya. Tunjukkan bahwa orang tua merasa bangga akan hal tersebut, bila perlu di depan kerabat dan teman-teman.

  • Siapkan dukungan secara konkret

Agar kemampuan dan bakat seorang anak makin tumbuh dan berkembang, maka orang tua harus menyediakan sumber daya yang dibutuhkan anak. Contohnya dengan memasukkan anak ke tempat kursus, atau menyediakan peralatan kemudian mengajaknya mengikuti kompetisi atau lomba berkaitan dengan bidang yang disukainya.

  • Buka cakrawala anak

Pada saat orang tua memupuk bakat seorang anak, buka sudut pandang mereka agar pengetahuan tentang bakat tersebut makin luas. Kenalkan anak pada orang-orang yang memiliki prestasi di bidang tersebut agar makin kuat keyakinannya. Jika memang ada kesempatan, ajak anak menyaksikan orang-orang tersebut melakukan aksinya dalam sebuah kejuaraan atau kompetisi sehingga akan menginspirasi anak. Atau kalau anak berbakat di bidang seni, ajak mereka melihat pameran lukisan atau konser musik barangkali.

Orang tua berkewajiban memenuhi hak anak di rumah untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Dukung dan dorong terus bakat yang dimiliki anak agar makin terasah. Apabila hal tersebut dilakukan dengan fokus dan konsisten, niscaya akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *