Tips untuk Generasi Z dan Milenial: Kunci Sukses di Abad 21

Tips untuk Generasi Z dan Milenial: Kunci Sukses di Abad 21

Abad 21 ditandai salah satunya dengan berkembangannya teknologi informasi yang sangat pesat serta perkembangan otomasi dimana banyak pekerjaan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang mulai digantikan dengan mesin, baik mesin produksi maupun mesin komputer. Situasi tersebut tentu saja menuntut kesiapan agar mampu beradaptasi dan mencapai keberhasilan di abad 21.

Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia (UI) dan Pendiri Rumah Perubahan, Prof. Rhenald Kasali memaparkan kunci keberhasilan bagi generasi masa kini di era terkini.

“Kunci keberhasilan manusia di abad 21 itu, manusianya harus bisa belajar sendiri. Kapan saja, di mana saja dan belajarnya seumur hidup. Kalau sudah selesai menjadi sarjana, dokter dan lainnya, maka harus belajar sendiri untuk terus berkembang,” kata Rhenald Kasali.

Menurut Rhenald, generasi z dan milenial harus tahu posisinya berada dimana dan jangan pernah mengandalkan kemampuan orang lain. Untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, manusia dituntut cepat belajar. Menurutnya, bila menemukan masalah, harus dengan cepat diselesaikan, baik diri sendiri maupun memerlukan bantuan pihak lain untuk menyelesaikannya.

“Namun keterampilan yang terpenting dalam hidup ini sekarang adalah keterampilan untuk fokus. Hal ini dikarenakan kita hidup di tengah media sosial (medsos), sehingga membuat kita berkurang titik fokusnya dan terpecah. Kontrol itu ada dalam diri kita sendiri. Selesaikan satu pekerjaan atau masalah dahulu, jangan ke hal yang lain,” ungkap dia.

Diakui, pendidikan di masa kecil sangat penting dan berguna ke depannya. Hal itu tidak cukup sekedar mata pelajaran matematika, bahasa dan lainnya, tetapi kemampuan berpikir, bahasa yang digunakan positif, motorik dan estetika membangun kehidupan yang lebih baik dan indah.

Setiap kali ada persoalan, lanjut Rhenald, seseorang kadang selalu melihat dari sisi problem. Hal ini berbeda halnya dengan pihak lain atau anak lain yang mampu melihat dari sisi kacamata menemukan solusi.

“Jadi hal ini pun perlu dilatih sikap bertanggungjawab atas langkah yang kita ambil. Bila kita tidak bisa menyelesaikannya, bagaimana kita mencari bantuan kepada siapa, guna mengatasi atau mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Ini artinya ada pengetahuan yang terus bertahan, dan mana pengetahuan yang tak bisa digunakan lagi,” ujarnya.

Ditegaskan terkadang manusia suka lupa bahwa memerlukan sesuatu yang melekat pada dirinya, seperti estetika, bahasa yang baik, teman yang respek, nama baik, prestasi yang diaku pihak lain, sebuah karya, dsb. Hal tersebut merupakan intangible asset  (personal brand, skill, daya juang). Itu yang harus diinvestasikan daripada tangible asset yang hanya sekadar bisa didapatkan direngkuh, dilihat. Pendidikan itu bukan ijazah atau gelarnya dan tampak secara kasat mata, tetapi sesuatu yang melekat pada diri manusia itu sendiri.

Di samping itu, generasi z dan milenial perlu memiliki penguasaan terhadap keterampilan-keterampilan abad 21, seperti memecahkan masalah yang kompleks, berpikir kritis, kreativitas, mengelola modal insani, berkoordinasi, dan sebagainya.

Sumber: Beritasatu.com

Foto: Freepik

 

Untuk informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id
Video Kegiatan Siswa : Youtube Stella Maris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *