Yuk, Kenali dan Pahami KIPI saat Vaksinasi Covid-19

Yuk, Kenali dan Pahami KIPI saat Vaksinasi Covid-19

Apakah Anda sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19? Jika sudah, maka ada satu istilah yang pasti Anda temukan saat vaksinasi, yakni KIPI. Beberapa waktu lalu beredar informasi bahwa setelah mendapatkan vaksinasi, seseorang tidak boleh langsung pulang. Ia harus menunggu dulu setidaknya 30 menit. Tujuan menunggu di klinik atau rumah sakit selama 30 menit adalah memantau ada atau tidaknya KIPI. Bila 30 menit tidak ada reaksi yang patut dikhawatirkan, pasien bisa pulang. Dan sebenarnya, KIPI tidak hanya berlaku untuk vaksin Covid-19, melainkan untuk semua vaksinasi.

Lantas, apa sebenarnya KIPI itu?

KIPI merupakan singkatan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien disuntikkan vaksin akan menjadi perhatian tenaga medis yang bertugas.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) KIPI, Hindra Irawan Safari, mengatakan, KIPI merupakan hal yang wajar terjadi ketika vaksinasi. Kondisi tersebut cermin dari respons kekebalan dari seseorang.

KIPI terdiri dari tiga jenis reaksi, yaitu:

  • Reaksi lokal: nyeri, bengkak, kemerahan di area bekas suntikan. Reaksi lokal yang terbilang parah yakni selulitis.
  • Reaksi sistemik: demam, nyeri otot seluruh tubuh atau myalgia, nyeri sendi atau artralgia, lemas, dan sakit kepala.
  • Reaksi lain yaitu alergi. Kondisi ini bisa berupa biduran (urtikaria), anafilaksis (alergi parah hingga sesak napas), dan pingsan.

Ketiga reaksi di atas tidak cuma menjadi KIPI vaksin Sinovac. Semua vaksin memiliki KIPI yang sama. Dari ketiga reaksi di atas, reaksi lokal dan sistemik yang paling sering muncul. Anda tidak perlu khawatir, sebab dua reaksi tersebut sangat umum dan mudah hilang.

Bagaimana halnya jika terjadi KIPI setelah vaksinasi Covid-19? Apa yang harus dilakukan?

Beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat bila efek samping vaksin mulai terasa yaitu:

  • Mengatasi reaksi lokal

Nyeri dan agak bengkak di area bekas suntikan dapat hilang dengan sendirinya. Untuk mempercepat pemulihannya, Anda bisa memberikan kompres dingin pada area tersebut. Bila perlu konsumsi obat parasetamol.

  • Mengatasi reaksi sistemik

Salah satu reaksi sistemik yang paling sering muncul setelah menerima vaksin ialah demam. Kondisi ini tergolong wajar karena tubuh sedang memproses imunitasnya.

  • Mengatasi reaksi Lain

Segera hubungi petugas medis bila Anda sampai mengalami alergi. Reaksi alergi umumnya diatasi dengan obat antihistamin.

Berikut ini saran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) berkaitan dengan cara mengatasi reaksi lokal dan sistemik:

  • Minum air putih yang banyak.
  • Mengenakan pakaian yang nyaman.
  • Mengonsumsi parasetamol sesuai dosis.
  • Kompres hangat atau mandi air hangat.

 

Bagi Anda yang sedari awal punya masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan (anxiety), sebaiknya lakukan relaksasi terlebih dahulu supaya tenang. Pasalnya, rasa takut menerima vaksin Covid-19 mungkin saja memperberat gejala psikis yang sebelumnya sudah ada.

Untuk memantau dan menanggulangi KIPI vaksin COVID-19, menteri kesehatan bersama gubernur telah membentuk komite nasional dan daerah. Dari laporan yang diterima, kasus yang terjadi adalah KIPI ringan dan koinsiden (tidak berhubungan dengan pemberian vaksinasi tersebut).

 

Sumber: Klikdokter.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *