Cara Mengatasi Anak Susah Makan Dengan Melihat Sumber Utamanya

Cara Mengatasi Anak Susah Makan Dengan Melihat Sumber Utamanya

Cara mengatasi anak susah makan bisa dengan mudah dilakukan jika Anda tahu sumber utamanya. Kenapa demikian? Pasalnya penyebab anak susah makan bisa berbeda-beda. Oleh karena itu cara yang dipilih juga harus berbeda.

Banyak para Ibu yang merasa kebingungan saat si Kecil susah makan. Namanya juga anak-anak, terkadang ada kalanya mereka sulit sekali untuk diminta makan. Meskipun demikian, jangan pernah untuk memaksanya.

Lalu bagaimana cara menyikapinya? Anda perlu memutar otak untuk menyiasati kondisi tersebut. Terlebih lagi banyak cara yang bisa Anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan. Misalnya saja dengan menyajikan menu baru atau membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan.

Perilaku Anak Melihat Makanannya

Si Kecil tiba-tiba susah makan tentunya bukan tanpa sebab. Umumnya anak susah makan dimulai setelah menginjak usia satu tahun. Dan pada fase ini, pertumbuhan anak cenderung melambat jika dibandingkan dengan fase sebelumnya.

Kondisi tersebut umumnya akan berpengaruh terhadap selera makan anak. Sehingga yang terjadi kemudian adalah anak akan makan lebih sedikit. Bahkan tidak jarang ada anak yang menolak untuk makan. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara mengatasi anak susah makan seperti ini?

Sebelum mengulasnya lebih jauh lagi, ada hal penting yang harus Anda ingat. Pada saat si Kecil menolak untuk makan, jangan sampai disikapi secara keliru. Pasalnya hal semacam ini secara psikologis bisa memicu suasana yang tidak menyenangkan dan penuh dengan tekanan bagi kedua belah pihak.

Artinya keinginan Anda untuk selalu memberikan gizi dan nutrisi terbaik untuk si Kecil harus dibarengi dengan ketelitian dalam melihat kondisi si Kecil. Terlebih lagi anak yang susah makan bisa saja sangat rewel atau bersikap lebih menjengkelkan dibanding biasanya.

Maka dari itu, cara mengatasi anak susah makan harus berdasarkan dari sumber masalah utamanya. Apa yang menjadi faktor penyebab anak susah makan?

Penyebab & Solusi Anak Menolak Makanan

Anda harus paham jika bagi anak makan merupakan keterampilan yang baru dikuasainya. Artinya memilih apa saja yang ingin dimasukkannya ke mulut menjadi hal yang sangat penting.

Oleh sebab itu tidak mengherankan jika ada anak yang bisa menghabiskan makanan yang diberikan pada hari pertama namun menolaknya pada keesokan harinya. Kenapa bisa seperti itu? Pasalnya pada saat pikiran anak berubah, maka demikian juga selera makannya. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Anak umumnya memakan apa yang dibutuhkan. Dan jika selama satu hari si Kecil benar-benar menolak makan, jangan sampai Anda hilang kesabaran. Kenapa? Dibanding Anda memusingkan diri dengan asupan kalori yang kurang selama satu hari karena si Kecil menolak makan, lebih baik Anda menghitung asupannya selama satu minggu sebelumnya.

Tidak jarang para orang tua yang merasa terkejut. Kenapa? Sebab ternyata asupan gizi dan nutrisi untuk anaknya sebenarnya sudah terpenuhi. Artinya kehilangan satu hari bukanlah perkara yang patut untuk dikhawatirkan.

Kondisi Umum Terjadi Pada Saat Memberikan Makanan

Selain situasi tersebut, ada beberapa situasi lain yang membuat anak susah makan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Anak Hanya Memilih Makanan Tertentu

Setiap orang tua pasti ingin asupan gizi dan nutrisi untuk anaknya selalu terpenuhi setiap harinya. Apalagi pada fase anak-anak. Dimana tumbuh kembang anak baru pesat-pesatnya. Jadi wajar saja jika Anda ingin memberikan menu makanan terbaik untuk si Kecil.

Sayangnya terkadang apa yang Anda inginkan ini tidak berjalan dengan baik. Si Kecil justru hanya memilih jenis makanan tertentu saja. Namun Anda tidak perlu bingung dibuatnya. Sebab ada cara mengatasi anak susah makan dengan model seperti ini.

Penting untuk Anda tahu, anak usia tiga tahun ke bawah mengonsumsi makanan padat adalah sebuah pengalaman baru untuknya. Artinya si Kecil masih memerlukan waktu agar terbiasa dengan ragam warna, rasa, dan tekstur makanan.

Di sisi lain, pada fase ini si Kecil juga baru belajar untuk mandiri dan memutuskan pilihannya sendiri. Termasuk salah satunya adalah makanan apa saja yang ingin dimakan. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Anda sebaiknya perkenalkan makanan yang baru secara perlahan. Pasalnya setelah disajikan beberapa kali umumnya si Kecil akan memiliki ketertarikan untuk mencobanya. Misalnya saja seperti sayuran, salah satu jenis makanan yang sering kali ditolak anak.

Sebaiknya sajikan satu jenis sayuran saja supaya si Kecil tidak kebingungan. Selain itu upayakan waktu makan si Kecil tidak berdekatan dengan waktu tidur. Hal ini dikarenakan rasa lelah juga bisa mempengaruhi keengganan anak mencoba makanan baru.

  1. Anak Hanya Makan Satu Jenis Makanan Saja

Sebenarnya bukan hal yang mengejutkan jika tiba-tiba si Kecil susah makan selama beberapa hari hingga hitungan minggu. Bahkan terkadang ada kalanya anak hanya mau makan satu jenis makanan saja.

Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah anak lebih cenderung memiliki ketertarikan lebih terhadap jenis makanan yang rasanya sudah dikenalinya. Hanya saja, pola makan anak semacam ini tidak sedikit membuat para orang tua kebingungan.

Lalu bagaimana cara mengatasi anak susah makan dengan model seperti ini? Sarannya adalah Anda sebaiknya tetap tenang. Kemudian selalu tawarkan pilihan makanan lain tanpa harus memaksakannya.

Dan untuk anak yang sudah lebih besar, Anda bisa mengatur strategi. Misalnya saja dengan menjak si Kecil ke pasar atau ke supermarket. Setelah itu mintalah si Kecil untuk memilih dua jenis buah, dua jenis sayuran, dan satu jenis cemilan. Kemudian setiba di rumah, ajak si Kecil untuk menyiapkan makanan sebelum mengonsumsinya.

  1. Anak Secara Tiba-tiba Menolak Makanan Kegemarannya

Ada kalanya si Kecil tiba-tiba menolak makanan atau minuman yang selama ini menjadi favoritnya. Sebenarnya kondisi semacam ini bukanlah perkara yang perlu dikhawatirkan. Tugas Anda hanyalah perlu menyikapinya dengan bijak. Lalu bagaimana sikap yang seharusnya diambil?

Ingat untuk tidak panik terlebih dahulu. Pasalnya kondisi seperti ini mungkin tidak akan berlangsung lama atau hanya sementara. Masalah justru akan timbul jika Anda salah dalam menanggapinya. Sebab jika si Kecil tidak mau makan makanan atau minuman favortinya hari ini, bukan berarti ia tidak akan suka selamanya.

Justru yang harus Anda lakukan adalah coba tawarkan makanan atau minuman yang ditolak pada hari berikutnya. Atau Anda juga bisa menyikapinya dengan memberikan makanan atau minuman dengan kandungan gizi yang sama dengan yang ditolaknya.

Misalnya jika si Kecil menolak sayur, Anda bisa menyeimbangkan asupan vitamin yang dibutuhkan si Kecil dengan buah-buahan untuk sementara waktu. Atau jika si Kecil menolak minum susu, Anda bisa memberikan yogurt atau keju.

  1. Anak Hanya Mau Makanan Cepat Saji

Jangan resah jika si Kecil hanya mau makan makanan cepat saji saja. Pasalnya masih ada cara mengatasi anak susah makan dengan model seperti ini. Lalu apa strategi yang bisa diprektikkan untuk mengatasi permasalahan ini?

Ingat untuk tidak menyimpan makanan cepat saji di rumah. Sebaiknya sediakan makanan yang lebih sehat. Misalnya saja seperti jus buah yang dihiasi dengan irisan pisang atau stroberi di atasnya, salad buah dengan campuran yogurt, dan lain sebagainya.

Mengingat cukup beragam faktor penyebab kenapa anak menjadi susah makan, maka secara otomatis cara untuk mengatasinya juga berbeda-beda. Artinya Anda harus melihat dulu apa faktor penyebabnya. Baru setelah itu, cari cara mengatasi anak susah makan sesuai pemicunya.

Referensi : What Can You Do If Your Child Refuses to Eat Anything?

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *