Dampak Membacakan Cerita Dongeng Anak yang Orang Tua Harus Pahami

Dampak Membacakan Cerita Dongeng Anak yang Orang Tua Harus Pahami

Kini sudah sangat jarang para orang tua millenial yang menceritakan cerita dongeng anak pada si Kecil sebagai salah satu metode menghibur sekaligus mendidik anak. Sebenarnya dongeng itu memiliki pengaruh sangat besar terhadap perkembangan anak.

Padahal di Indonesia sendiri dikenal cukup banyak dongeng anak asli Indonesia yang memiliki pesan moral yang sangat luhur. Namun sayangnya kini para orang tua lebih memilih memanjakan anaknya dengan smartphone, yang tahu sendiri memiliki pengaruh yang cukup buruk terhadap perkembangan si Kecil jika tidak dikontrol dengan tepat.

Kini banyak anak yang masih tergolong balita memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap smartphone. Tidak jarang ada seorang anak yang sampai menangis sekeras-kerasanya lantaran diminta berhenti bermain smartphone. Meskipun tidak bisa dinafikan juga jika ada efek positif smartphone untuk anak jika diarahkan dengan benar.

Pengaruh Membacakan Cerita Dongeng untuk Perkembangan Balita

Ada banyak sekali pengaruh positif kegiatan membacakan cerita dongeng untuk anak. Para orang tua harus memahami hal tersebut agar mereka tidak akan melewatkan waktu bersama anak membacakan dongeng, terutama sebelum tidur.

Pengaruh Dongeng Anak secara Kognitif

Secara kognitif, cerita dongeng anak bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Meskipun si Kecil tidak harus mengalaminya sendiri. Dari cerita dongeng tersebut, si Kecil akan mendapatkan pengetahuan mengenai hal-hal baru sekaligus juga tahu tempat-tempat baru juga.

Artinya jika kebetulan si Kecil termasuk anak yang penakut serta enggan mencoba hal-hal baru, melalui dongeng anak sebenarnya bisa melatih keberanian anak. Pasalnya anak adalah sorang peniru yang sangat handal.

Pengaruh Dongeng Anak Secara emosional dan Sosial

Penting untuk diketahui oleh para orang tua jika ternyata melalui dongeng anak bisa digunakan sebagai metode untuk melatih anak supaya lebih mengenal emosi. Selain itu, dengan dongeng, anak juga akan turut merasakan apa yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.

Apalagi pada saat mendongeng, orang tua bisa sekaligus memberikan arahan sekaligus cara untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial yang dialami oleh si Kecil di kehidupan nyata. Selain itu, dengan menggunakan karakter tokoh dalam dongeng, orang tua sebenarnya bisa membantu mengatasi masalah si Kecil tanpa harus memaksa menceritakannya.

Mengembangkan Imajinasi Anak

Sudah tahukah Anda jika ternyata cerita dongeng anak bisa dijadikan metode untuk mengembangkan imajinasi anak? Jika belum tahu, pastinya orang tua sudah tahu jika dunia anak adalah dunia yang penuh dengan imajinasi.

Bahasa mudahnya anak usia 3 sampai 7 tahun itu memiliki dunianya sendiri. Bahkan terkadang memiliki teman khayalan sebagai teman mereka bermain.

Kondisi semacam ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan dan bukan kondisi yang salah. Justru sebenarnya hal ini bisa membantu proses perkembangan si Kecil.

Justru yang menjadi tugas para orang tua adalah mengontrol imajinasinya agar tetap positif. Dan salah satunya bisa dilakukan dengan pembacaan dongeng.

Meningkatkan Keterampilan Berbahasa

Sudah tahukah Anda jika ternyata mendengarkan dongeng merupakan salah satu stimulasi dini yang dapat digunakan untuk merangsang keterampilan berbahasa si Kecil. Kenapa bisa seperti itu?
Pasalnya kemampuan awal yang dikuasai anak-anak adalah kemampuan verbal.

Maka dari itu otak bagian kanan lebih cepat berkembang. Alhasil, keterampilan berbahasanya pun akan lebih terlatih. Selain itu, kisah-kisah cerita dongeng yang positif dapat membantu si Kecil bertutur kata dalam bahasa yang sopan.

Mendorong Minat Baca Anak

Bagaimana si Kecil akan memiliki minat baca jika tidak dilatih dan dibiasakan sejak dini. Dan dengan membiasakan menceritakan cerita dongeng pada anak, secara tidak langsung sebenarnya bisa meningkatkan minat bacanya.

Anak-anak yang memiliki ketertarikan lebih pada cerita dongeng anak akan memiliki rasa penasaran yang lebih besar.

Cara termudah mendongeng adalah dengan membacakan buku cerita anak. Setelah si Kecil tertarik pada dongeng yang sering didengarkannya, secara otomatis si Kecil akan lebih tertarik pada buku-buku cerita bergambar. Pada akhirnya dengan sendirinya minat baca si Kecil akan terus meningkat.

Pilihan Cerita Dongeng Terbaik untuk Anak

Sebenarnya banyak sekali cerita dongeng untuk anak yang bisa Anda pilih. Apalagi di era berbasis digital seperti sekarang ini. Bukan hal yang sulit menemukan jenis cerita dongeng anak yang sesuai dengan umurnya.

Untuk Anda yang bingung memilih ceita dongeng untuk si Kecil, di bawah ini adalah beberapa rekomendasi judul dongeng anak yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Kisah Buaya yang Serakah

Pesan moral dan pelajaran yang bisa diambil dari dongeng anak berjudul Kisah Buaya yang Serakah ini adalah jika sudah menerima apapun meskipun kecil atau sedikit harus tetap berterimakasih dan selalu bersyukur dengan apa yang sudah didapat.

2. Gajah, Kerbau dan Harimau

Pesan moral dari cerita ini adalah jangan memiliki sifat serakah dan kurang ajar agar tidak dijauhi oleh orang lain. Pasalnya manusia adalah makhluk sosial yang pasti suatu saat nanti akan membutuhkan bantuan orang lain.

3. Semut dan Belalang

Pesan moral dari cerita dongeng anak ini adalah gunakan waktu sebaik mungkin untuk semua hal yang bermanfaat. Sebab apa yang terjadi esok hari tidak ada yang pernah mengetahuinya.

4. Si Kelinci yang Sombong dan Kura-kura

Pelajaran atau hikmah yang bisa diambil dari cerita ini adalah sebagai manusia penting untuk memiliki sifat rendah hati dan saling tolong-menolong. Jika memiliki kekuatan yang lebih, jangan pernah sekali-kali meremehkan keadaan orang lain yang lebih lemah.

5. Kisah Pasir dan Batu

Pelajaran yang bisa diambil dari cerita anak dongeng persahabatan ini adalah teman yang baik akan selalu memaafkan dan melupakan prilaku buruk yang diterimanya. Selain itu, teman yang baik harus selalu mengingat kebaikan-kebaikan dari temannya.

6. Kisah Si Penggembala Biri-biri

Dari cerita anak tersebut bisa diambil kesimpilan jika berbohong adalah akhlak atau sifat tercela dan pasti tidak ada yang menyukainya. Apalagi dengan berbohong, orang lain tidak akan pernah mempercainya lagi.

7. Si Kancil dan Kawanan Buaya

Pesan moral atau hikmah yang bisa dipetik dari cerita dongeng anak yang satu ini adalah kecerdikan bisa mengalahkan kekuatan. Dengan demikian, si Kecil akan termotivasi untuk selalu belajar dan terus meningkatkan pengetahuannya.

8. Kisah Angsa dan Telur Emas

Dari cerita ini orang tua bisa memberitahukan kepada si Kecil jika barang siapa yang sudah memiliki sesuatu yang berlimpah, tapi serakah dan selalu menginginkan lebih lagi, maka akan kehilangan semua yang dimilikinya.

Dalam hal ini orang tua bisa mengajarkan pentingnya selalu bersyukur dengan segala sesuatu yang sudah dimilikinya.

9. Malin Kudang si Anak Durhaka

Orang tua pastinya sudah sangat familier dengan dongeng yang satu ini. Dari cerita tersebut ada dua poin penting yang bisa orang tua sampaikan. Pertama, orang tua bisa menyampaikan ke si Kecil untuk meniru kerja kerasa Malin Kundang.

Kedua, sampaikan bahwa sifat malu mengakui orang tuanya itu tidak boleh ditiru. Sampaikan juga bahwa budi baik orang tua tidak bisa tergantikan bahkan oleh seisi dunia sekalipun.

10. Rusa dan Kura-kura

Pembelajaran yang bisa diambil dari dongeng anak ini adalah jangan pernah memiliki sifat sombong serta meremehkan kemampuan orang lain. Pasalnya kesombongan hanya akan mendatangkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari.

Dikarenakan dongeng atau cerita anak memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tumbuh kembang si Kecil, yuk semua orang tua di Indonesia untuk mulai lagi menceritakan berbagai cerita dongeng anak kepada si Kecil.

Referensi : How to Tell the Best Bedtime Stories

____________________________________

Stella Maris School adalah sekolah internasional dan nasional untuk anak KB/TK hingga SMA. Salah satu visi Stella Maris yaitu “Menjadi Sekolah Dasar Terdepan dalam Penanaman Karakter Berlandaskan Iman Kristiani”. Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis tapi juga non akademis sesuai usia dan talenta siswa dengan tetap memperhatikan sisi psikologis. Hubungi kami untuk bertanya lebih lanjut tentang pengajaran di Stella Maris, pendaftaran sekolah ataupun beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *